. Press Release | Mandiri Investasi
   

Press Release



 

 

Mandiri Investasi Luncurkan Reksa Dana Pendapatan Tetap Berdenominasi US Dollar-IDAMAN

PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) akan meluncurkan produk Reksa Dana berdenominasi US Dollar yaitu Reksa Dana Investa Dana Dollar Mandiri (IDAMAN). Peluncuran IDAMAN ini akan dilaksanakan pada tanggal 28 Februari 2008 dengan NAB/unit awal 1 US Dollar, setelah mendapat pernyataan efektif dari Bapepam&LK pada tanggal 19 Desember 2007 yang lalu.

Presiden Direktur MMI Abiprayadi Riyanto mengatakan ”IDAMAN bertujuan untuk memperoeleh pendapatan yang stabil dalam mata uang Dollar AS. Jika seorang investor mempunyai dana dalam Dollar AS dan ingin mendapat imbal hasil yang maksimal, maka IDAMAN merupakan wadah investasi yang ideal dimana investor juga tetap dapat mencairkan dananya kapan saja”

IDAMAN akan melakukan investasi minimum 80 persen dan maksimum 100 persen pada efek bersifat utang meliputi Surat Utang Negara dan surat utang lainnya yang diterbitkan oleh Negara Republik Indonesia dan/atau badan hukum Indonesia, yang telah dijual dalam Penawaran Umum dan dicatatkan dalam Bursa Efek; serta minimum 0 persen dan maksimum 20 persen pada instrumen pasar uang yang mempunyai jatuh tempo kurang dari satu tahun, dalam mata uang Dollar AS.

Abiprayadi menambahkan, ”Kami melihat produk Reksa Dana Pendapatan Tetap masih sangat dibutuhkan mengingat trend suku bungan global yang menurun pada saat ini”.

Kami sangat optimis dengan peluncuran IDAMAN di pasar Indonesia dan memiliki prospek yang bagus, apalagi setelah Dirjen Pajak menerbitkan peraturan pembukaan reksa dana berdenominasi dollar AS. Peraturan baru ini mampu melindungi dari risiko kerugian selisih kurs pada produk investasi dollar mereka. Hal ini karena IDAMAN melakukan pembukuannya dalam mata uang US Dollar.

Produk Reksa Dana IDAMAN saat ini dipasarkan melalui Bank Mandiri. Bagi investor yang berminat, mereka sudah dapat melakukan pemesanan pada bank distributor tersebut. Sedangkan bank – bank distributor lain akan meyusul.

Dana kelolaan industri reksa dana per Januari 2008 mencapai 94,9 triliun. Dari jumlah tersebut, Reksa Dana berbasis US Dollar hanya sebesar 1, 04 triliun. Sementara dari jumlah reksa dana meningkat 17,54 persen dari 399 reksa dana per Desember 2006 menjadi 469 reksa dana tahun 2007. Reksa Dana berbasis US Dollar berjumlah 14 buah dengan mayoritas Reksa Dana Pendapatan Tetap. Abiprayadi mengatakan, ”Industri reksa dana dapat tumbuh secara sehat, apalagi investor yang membeli produk reksa dana mengerti benar produk investasi itu. Penurunan suku bunga itu sebaliknya dimanfaatkan untuk berinvestasi di reksa dana secara jangka panjang.

 








Penghargaan