Pasar obligasi domestik mencatat penguatan pada Desember 2025 setelah mengalami tekanan jual pada bulan sebelumnya. Yield Surat Utang Negara tenor 10 tahun (SUN10Y), yang sempat naik hingga 6,30% pada akhir November, bergerak menurun seiring membaiknya sentimen pasar dan meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter global.
Sentimen positif terutama didorong oleh hasil Federal Open Market Committee (FOMC) Meeting Desember 2025, di mana The Federal Reserve memangkas Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) ke level 3,75%, sesuai dengan ekspektasi pasar. Yield US Treasury tenor 10 tahun (UST10Y) turun ke level 4,14% sebelum kembali naik terbatas ke sekitar 4,20% akibat aksi ambil
untung. Sejalan dengan perkembangan tersebut, yield SUN10Y turun dari kisaran 6,26% di awal Desember menjadi sekitar 6,17% menjelang FOMC Meeting.
Di pasar domestik, pergerakan yield relatif stabil. Yield SUN10Y tercatat di level 6,16% pada lelang SUN terakhir tahun 2025. Menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, dengan ekspektasi BI-Rate dipertahankan di level 4,75%, yield SUN10Y kembali turun ke level 6,12%, mencerminkan sikap investor yang tetap konstruktif terhadap pasar obligasi domestik.
Secara tahunan, yield SUN10Y dibuka pada level 6,95% pada awal 2025, dengan volatilitas yang cukup tinggi sepanjang tahun. Yield tertinggi tercatat pada pertengahan Januari di level 7,27%, sementara yield terendah terjadi pada pertengahan Oktober di level 5,92%. Pada penutupan akhir tahun 2025, yield SUN10Y ditutup di 6,02%.
Dari sisi pasokan, pemerintah meningkatkan target penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) melalui lelang pada tahun 2025 menjadi IDR916,65 triliun, naik 2,93% dari target awal. Meskipun terjadi peningkatan pasokan, minat investor tetap kuat dengan total incoming bids sepanjang tahun mencapai IDR2.975,22 triliun. Lelang dengan permintaan tertinggi tercatat pada 12 Agustus 2025, dengan incoming bids sebesar IDR162,32 triliun dan total penawaran yang dimenangkan sebesar IDR32 triliun.
Rekomendasi Produk
| REKSA DANA PENDAPATAN TETAP | |
|---|---|
| MIDU | Reksa Dana MIDU berinvestasi pada Instrumen Obligasi dengan segmen Jangka Menengah dan dikategorikan berisiko rendah – menengah. Investor memiliki risiko atas Portofolio Obligasi tersebut. |
| IDAMAN | Reksa Dana IDAMAN berinvestasi pada Obligasi Pemerintah Indonesia USD dengan durasi pendek dan dikategorikan berisiko menengah. Investor memiliki risiko atas Portofolio Obligasi tersebut. |
| MIDO2 | Reksa Dana MIDO2 berinvestasi pada Obligasi Pemerintah Indonesia Rupiah dengan durasi panjang dan dikategorikan berisiko tinggi. Investor memiliki risiko atas Portofolio Obligasi tersebut. |
| REKSA DANA CAMPURAN | |
| MIA | Reksa Dana Mandiri Investa Aktif berinvestasi pada Efek Saham, Obligasi dan Pasar Uang. Dengan segmen Jangka Menengah dan dikategorikan berisiko Menengah. Investor memiliki risiko atas Portofolio Campuran tersebut. |
| MISB | Reksa Dana Mandiri Investa Syariah Berimbang berinvestasi pada efek Saham syariah, Sukuk dan Pasar Uang syariah. Dengan segmen Jangka Menengah dan dikategorikan berisiko Menengah. Investor memiliki risiko atas Portofolio Campuran tersebut. |
Info Lebih Lanjut
Hubungi Mandiri Investasi – (021) 526 3505
Email Mandiri Investasi – [email protected]
Mandiri Investasi – www.mandiri-investasi.co.id
DISCLAIMER
Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.
Written by




Tinggalkan Balasan