Pasar melambat di tengah ketidakpastian, sementara Indonesia terkoreksi tajam akibat pelemahan rupiah dan sentimen MSCI.
Pasar menguat didorong kinerja emiten, namun volatilitas tinggi akibat tensi AS-Iran dan lonjakan harga minyak global.
Pasar rebound didorong meredanya tensi, namun risiko meningkat saat negosiasi AS-Iran gagal, menekan inflasi dan volatilitas.
Pasar global rebound seiring meredanya konflik Iran, namun risiko inflasi dan outflow asing masih membayangi Indonesia.
Pasar terkoreksi akibat konflik Iran. Indonesia relatif stabil, investor fokus pada aset berkualitas dan portofolio terdiversifikasi.
Ketegangan Timur Tengah dan lonjakan harga minyak menekan pasar global, memicu volatilitas serta risiko inflasi bagi ekonomi dunia.
Ketegangan Iran memicu lonjakan minyak dan koreksi pasar global, menekan IHSG serta meningkatkan risiko inflasi global.
Pasar global terkoreksi akibat ketegangan geopolitik dan kenaikan minyak. Outlook Indonesia direvisi negatif oleh Fitch.
Pasar tertekan risiko geopolitik dan inflasi. Indonesia hadapi tekanan fiskal, investor beralih ke aset defensif global.
Pasar global rebound terbatas risiko geopolitik, IHSG menguat tipis, strategi fokus aset quality dan komoditas defensif.













