Ringkasan Pasar:
-
Saham Global: Pasar global rebound sepanjang pekan setelah aksi jual luas di sektor teknologi. Namun penguatan terbatas akibat kembali meningkatnya risiko geopolitik.
-
Saham Domestik:Pasar saham Indonesia menguat tipis didorong oleh saham komoditas. IHSG +0,7% WoW, sementara kinerja saham berkapitalisasi besar relatif tertahan dengan IDX80 +0,4% WoW. Investor asing mencatat akumulasi bersih Rp2 triliun.
-
Pasar Obligasi Domestik: Imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia (IndoGB) melemah ke 6,46% seiring pelemahan Rupiah.
Berita Utama Pekan Ini:
-
Produk Domestik Bruto AS tumbuh 1,4% YoY pada 4Q25, di bawah seluruh estimasi akibat dampak shutdown pemerintah berkepanjangan, konsumsi, dan perdagangan. Pertumbuhan ekonomi AS sepanjang 2025 tercatat 2,2%.
-
Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan kebijakan tarif global yang diajukan Donald Trump. Dengan keputusan 6–3, pengadilan menilai presiden melampaui kewenangan melalui penggunaan wewenang darurat federal.
-
Trump merespons dengan menerapkan pajak impor global sebesar 15% melalui Section 122 yang memungkinkan penerapan tarif selama 150 hari sebelum persetujuan Kongres.
-
Negosiasi AS–Iran berlanjut dengan indikasi kemajuan positif. Namun kehadiran militer meningkat di kawasan strategis, termasuk penutupan sebagian Selat Hormuz terkait latihan militer.
-
Bank Indonesia mempertahankan suku bunga kebijakan di level 4,75%, didukung inflasi inti yang terkendali serta komitmen menjaga stabilitas Rupiah melalui langkah intervensi.
Pandangan Kami:
Kami melihat risiko pasar global mulai bergeser pada kekhawatiran bahwa euforia AI berpotensi membentuk gelembung di tengah ketidakpastian kondisi makro global. Dalam kondisi ini, kami memperkirakan sektor teknologi akan mengalami fase konsolidasi, sementara arus dana berpotensi beralih ke saham value, quality, dan komoditas sebagai lindung nilai terhadap risiko geopolitik.
Kami merekomendasikan penurunan eksposur risiko dengan fokus pada aset berkualitas dan proxy komoditas.
Dari sisi portofolio, kami melakukan rotasi ke sektor defensif, mempertahankan eksposur selektif pada komoditas, serta menjaga likuiditas untuk memanfaatkan peluang masuk kembali pada saham fundamental yang oversold.
Rekomendasi:
Simak pembahasan mendalam seputar pergerakan pasar pekan ini dalam laporan lengkap Weekly Market Recap: Baca Selengkapnya
| PRODUK | 3M PERFORMANCE | YTD PERFORMANCE |
|---|---|---|
| JCI | -1.58% | -4.31% |
| LQ45 | -1.73% | -1.45% |
| Saham | ||
| MITRA A | +1.88% | -1.12% |
| MICB A | +2.44% | -0.04% |
| ASEAN5 | +1.33% | -1.41% |
| MGSED | +5.83% | +3.93% |
| Indeks | ||
| FTSE ESG A | -3.46% | -2.93% |
| ETF | ||
| XMLF | -1.24% | -1.35% |
| Campuran | ||
| MISB | +4.58% | +1.01% |
| MIA | +0.24% | -2.21% |
| Pendapatan Tetap | ||
| MIDU A | +0.15% | -0.07% |
| MIDO2 | -0.33% | -0.62% |
| IDAMAN A | +0.20% | -0.12% |
| Pasar Uang | ||
| MIPU A | +0.89% | +0.42% |
| MMUSD | +0.64% | +0.34% |
*Data diatas adalah data per tanggal 19 Februari 2026
Info Lebih Lanjut
Hubungi Mandiri Investasi – (021) 526 3505
Email Mandiri Investasi – [email protected]
Mandiri Investasi – mandiri-investasi.co.id
DISCLAIMER
Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana
Written by




Tinggalkan Balasan