Ringkasan Pasar:
-
Saham Global: Saham berkapitalisasi besar dan sektor teknologi AS mengalami koreksi seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap belanja AI oleh perusahaan teknologi besar. Nasdaq turun −1,8% WoW, sementara S&P 500 relatif datar.
-
Saham Domestik: Koreksi pasar saham Indonesia berlanjut akibat sentimen negatif terkait MSCI. IHSG turun −4,7% WoW dan IDX80 melemah −3,2% WoW. Arus dana asing tercatat keluar sebesar Rp1,3 triliun.
-
Pasar Obligasi Domestik: Imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia (IndoGB) naik ke level 6,44%, dipicu oleh penurunan outlook peringkat kredit. Di sisi lain, pasar obligasi mencatat arus dana asing masuk sebesar +Rp10,5 triliun WoW.
Berita Utama Pekan Ini:
-
Moody’s merevisi outlook peringkat kredit Indonesia menjadi Baa2/Negative (sebelumnya Baa2/Stable), dengan alasan melemahnya tata kelola dan meningkatnya ketidakpastian kebijakan. Meski demikian, Moody’s tetap menegaskan ketahanan ekonomi Indonesia yang didukung oleh sumber daya alam dan bonus demografi.
-
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 4Q25 mencatatkan kejutan positif dengan realisasi 5,4% YoY (konsensus: 5,1% YoY), terutama didorong oleh peningkatan konsumsi rumah tangga dan konsumsi lembaga non-profit terkait penanganan bencana di Sumatra. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 mencapai 5,11% YoY.
-
Inflasi Indonesia meningkat menjadi +3,55% YoY, namun masih di bawah konsensus seiring efek basis rendah pada Januari 2025 yang dipengaruhi oleh subsidi listrik pemerintah.
-
Donald Trump melakukan percakapan telepon dengan Presiden China Xi Jinping menjelang rencana kunjungannya pada April, dengan pernyataan yang menekankan membaiknya hubungan bilateral.
-
Amerika Serikat dan Iran sepakat untuk melakukan perundingan di Oman pada 6 Februari guna meredakan ketegangan, menyusul protes di Iran dan peningkatan kehadiran militer AS di Timur Tengah.
- Sanae Takaichi memimpin Partai Demokrat Liberal (LDP) meraih kemenangan besar dalam pemilu cepat Jepang, membuka jalan bagi implementasi program-programnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan inflasi.
Pandangan Kami:
Ketidakpastian sentimen asing masih membayangi pasar keuangan Indonesia dan berpotensi menjadi tekanan hingga terdapat kejelasan lebih lanjut. Dalam kondisi ini, kami merekomendasikan penurunan risiko melalui eksposur pada aset berbasis USD serta instrumen lindung nilai seperti logam mulia.
Dari sisi portofolio, kami melakukan rotasi ke sektor defensif dan secara taktis meningkatkan porsi kas untuk menunggu peluang masuk kembali pada saham-saham fundamental yang telah berada di area oversold.
Rekomendasi:
Simak pembahasan mendalam seputar pergerakan pasar pekan ini dalam laporan lengkap Weekly Market Recap: Baca Selengkapnya
| PRODUK | 3M PERFORMANCE | YTD PERFORMANCE |
|---|---|---|
| JCI | -4.82% | -8.23% |
| LQ45 | -3.78% | -3.66% |
| Saham | ||
| MITRA A | -0.23% | -4.18% |
| MICB A | -1.63% | -4.17% |
| ASEAN5 | -0.77% | -4.47% |
| MGSED | +1.63% | +1.93% |
| Indeks | ||
| FTSE ESG A | -4.10% | -3.32% |
| ETF | ||
| XMLF | -3.26% | -3.48% |
| Campuran | ||
| MISB | +1.54% | -2.16% |
| MIA | -1.02% | -3.42% |
| Pendapatan Tetap | ||
| MIDU A | +0.07% | -0.38% |
| MIDO2 | -0.34% | -0.83% |
| IDAMAN A | -0.75% | -0.88% |
| Pasar Uang | ||
| MIPU A | +0.93% | +0.32% |
| MMUSD | +0.66% | +0.25% |
*Data diatas adalah data per tanggal 6 Februari 2026
Info Lebih Lanjut
Hubungi Mandiri Investasi – (021) 526 3505
Email Mandiri Investasi – [email protected]
Mandiri Investasi – mandiri-investasi.co.id
DISCLAIMER
Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana
Written by




Tinggalkan Balasan