Ringkasan Pasar:
-
Saham Global: Kekhawatiran lanjutan terhadap AI yang dikombinasikan dengan inflasi PPI yang lebih kuat dari perkiraan mendorong pasar terkoreksi, terutama pada NASDAQ yang didominasi saham teknologi.
-
Saham Domestik: Pasar Indonesia terkoreksi setelah S&P menyoroti peningkatan risiko fiskal. IHSG -0.4% WoW dan IDX80 -0.75% WoW. Investor asing mencatat inflow sebesar Rp4.9 triliun pada saham bank berkapitalisasi besar.
-
Pasar Obligasi Domestik: IndoGB relatif datar di 6.43%. Investor asing mencatat outflow sebesar Rp3.8 triliun.
Berita Utama Pekan Ini:
-
Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran dan menewaskan Ali Khamenei setelah beberapa pekan peningkatan ketegangan antara AS dan Iran terkait negosiasi nuklir. Iran menutup Selat Hormuz sebagai respons. Hal ini meningkatkan risiko pada pasar minyak karena sekitar 20% perdagangan minyak melewati selat tersebut.
-
PPI AS tercatat lebih kuat dari ekspektasi dengan kenaikan 0.5% MoM yang didorong sektor jasa. Data ini menunjukkan tekanan inflasi masih bertahan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan terhadap kemampuan The Fed untuk menurunkan suku bunga karena inflasi lebih persisten dari perkiraan.
-
S&P menyampaikan sikap hati-hati terhadap perekonomi Indonesia dengan menyoroti meningkatnya tekanan fiskal, khususnya kenaikan biaya pembayaran utang yang meningkatkan risiko penurunan souvereign credit dan berpotensi memicu aksi penurunan peringkat. S&P menilai pembayaran bunga sangat mungkin telah melampaui 15% dari pendapatan pemerintah pada 2025, dan pelampauan lanjutan atas indikator ini dapat memicu aksi penurunan peringkat.
-
IDX disebut akan segera mempublikasikan data transparansi dimana Direktur IDX pada satu wawancara menyatakan bahwa bursa menargetkan publikasi nama seluruh pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%.
Pandangan Kami:
Risiko geopolitik menjadi sorotan utama seiring serangan terhadap Iran yang berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dan selanjutnya berdampak pada inflasi. Kami mempertahankan rekomendasi pada aset berkualitas serta lindung nilai melalui komoditas khususnya pada sektor logam dan energi.
Rekomendasi:
Simak pembahasan mendalam seputar pergerakan pasar pekan ini dalam laporan lengkap Weekly Market Recap: Baca Selengkapnya
| PRODUK | 3M PERFORMANCE | YTD PERFORMANCE |
|---|---|---|
| JCI | -3.63% | -4.76% |
| LQ45 | -2.07% | -1.44% |
| Saham | ||
| MITRA A | +3.08% | +0.53% |
| MICB A | +3.95% | +1.85% |
| ASEAN5 | +2.81% | +0.44% |
| MGSED | +6.61% | +5.99% |
| Indeks | ||
| FTSE ESG A | -1.83% | -1.65% |
| ETF | ||
| XMLF | -1.59% | -1.38% |
| Campuran | ||
| MISB | +4.96% | +2.61% |
| MIA | +0.06% | -1.57% |
| Pendapatan Tetap | ||
| MIDU A | +0.62% | +0.02% |
| MIDO2 | +0.28% | -0.49% |
| IDAMAN A | +0.05% | +0.09% |
| Pasar Uang | ||
| MIPU A | +0.88% | +0.47% |
| MMUSD | +0.65% | +0.42% |
*Data diatas adalah data per tanggal 27 Februari 2026
Info Lebih Lanjut
Hubungi Mandiri Investasi – (021) 526 3505
Email Mandiri Investasi – [email protected]
Mandiri Investasi – mandiri-investasi.co.id
DISCLAIMER
Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana
Written by




Tinggalkan Balasan