Weekly Market Recap 26-30 Januari 2026

  • icon-jam02 Februari 2026
  • icon-share
    Shares

Weekly Market Recap 26-30 Januari 2026

Ringkasan Pasar:

  • Saham Global: Pasar saham global cenderung bergerak netral seiring keputusan The Fed menahan suku bunga serta nominasi Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed yang baru.

  • Saham Domestik: Peringatan dari MSCI memicu aksi jual besar-besaran dan arus dana asing keluar. IHSG ditutup −8,5% WoW dan selama sepekan mengalami trading halt sebanyak dua kali. Arus dana asing keluar tercatat sebesar Rp15 triliun, menekan saham berkapitalisasi besar dengan IDX80 turun −8,4% WoW.

  • Pasar Obligasi Domestik: Pasar obligasi pemerintah Indonesia (IndoGB) relatif stabil di level 6,33%, meskipun pasar saham mengalami tekanan. Arus dana asing keluar tercatat sebesar Rp-2 triliun WoW.

 

Berita Utama Pekan Ini:

 

  • MSCI memutuskan untuk membekukan proses peninjauan indeks Indonesia dengan alasan kekhawatiran terhadap transparansi pasar serta kualitas free float. MSCI akan melakukan kajian lanjutan hingga Mei 2026, dengan potensi penurunan status menjadi frontier market apabila kualitas data tidak menunjukkan perbaikan.

  • Otoritas Indonesia bergerak cepat untuk menunjukkan komitmen terhadap reformasi pasar di tengah pengunduran diri Ketua BEI serta beberapa anggota Dewan Komisioner OJK. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk meningkatkan transparansi pasar guna menjaga kredibilitas dan integritas pasar dalam jangka panjang.

  • FOMC The Fed mempertahankan suku bunga kebijakan di level 3,75% (konsensus: 3,75%), menegaskan sikap kehati-hatian The Fed dalam menilai dinamika inflasi dan ketahanan ekonomi.

  • Perhatian pasar tertuju pada nominasi Kevin Warsh oleh Donald Trump sebagai calon Ketua The Fed berikutnya. Warsh merupakan mantan Gubernur The Fed yang berpengalaman dan dikenal sebagai figur moderat. Pasar merespons positif dengan ekspektasi kebijakan yang disiplin dan berbasis data.

  • Amerika Serikat hampir mengalami shutdown kembali sebelum Kongres menyetujui anggaran baru yang mencakup peningkatan belanja untuk penegakan kebijakan imigrasi.

Pandangan Kami:

Isu MSCI menjadi momen krusial bagi perkembangan pasar Indonesia dan berpotensi menjadi sentimen penekan hingga terdapat kejelasan lebih lanjut. Hingga isu ini terselesaikan, kami merekomendasikan penurunan eksposur risiko melalui penempatan pada aset berbasis USD serta instrumen lindung nilai seperti logam mulia.

Dari sisi portofolio, kami melakukan rotasi ke sektor defensif dan secara taktis meningkatkan porsi kas untuk menunggu peluang masuk yang lebih menarik.

 

Rekomendasi:

RD MISB, RD MMUSD, RD IDAMAN, RD MIDU, RD MIDSYA, RD MGSED, RD MASED, RD FTSE, ETF LQ45, ETF SRI Kehati, MICB.

 

Simak pembahasan mendalam seputar pergerakan pasar pekan ini dalam laporan lengkap Weekly Market RecapBaca Selengkapnya

 


 

PRODUK 3M PERFORMANCE YTD PERFORMANCE
JCI +1.78%  -3.67% 
LQ45 -0.41%  -1.54% 
Saham
MITRA A +1.51%  -3.08% 
MICB A +0.55%  -2.66% 
ASEAN5 +1.00%  -3.31%
MGSED +1.98%  +4.76% 
Indeks
FTSE ESG A -3.34%  -3.23% 
ETF
XMLF -0.22%  -1.54% 
Campuran
MISB +3.36%  -0.81
MIA +0.75%  -2.54% 
Pendapatan Tetap
MIDU A -0.03%  -0.32% 
MIDO2 -0.57%  -0.63% 
IDAMAN A -1.21%  -0.89% 
Pasar Uang
MIPU A +0.96%  +0.26% 
MMUSD +0.66%  +0.20% 

*Data diatas adalah data per tanggal 30 Januari 2026

 


Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi – (021) 526 3505
‌Email Mandiri Investasi – [email protected]
‌Mandiri Investasi – mandiri-investasi.co.id
‌‌


DISCLAIMER

‌Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana

Written by

Theodorus Alvinly

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *