Ringkasan Pasar:
- Pasar Global: Kinerja kuat dari saham teknologi besar dan prospek belanja terkait monetisasi AI mendorong penguatan indeks AS. S&P500 ditutup naik +0,71% WoW sementara Nasdaq naik +2,2% WoW.
- Pasar Saham Domestik: Potensi perubahan metodologi MSCI menekan saham berkapitalisasi besar dan menyeret IHSG -1,3% WoW. LQ45 naik +0,42% didorong hasil laporan keuangan kuat dari emiten besar. Arus dana asing masuk +USD 333 juta.
- Pasar Obligasi Domestik: Yield naik ke 6,01% (sebelumnya 5,99%) akibat penguatan dolar setelah pidato Powell.
Berita Utama Pekan Ini:
-
-
Trump dan Xi Jinping sepakat melakukan gencatan senjata tarif selama satu tahun. Tiongkok berjanji melonggarkan ekspor rare earth dan menekan aliran fentanyl ke AS.
-
The Fed memangkas suku bunga ke 3,75–4%, sesuai ekspektasi. Namun, pernyataan Powell yang menyebut pemangkasan berikutnya “masih jauh dari pasti” membuat pasar berhati-hati.
-
The Fed juga mengakhiri kebijakan pengetatan kuantitatif (quantitative tightening).
-
IHSG memasuki musim laporan keuangan dengan prospek lebih optimistis dibandingkan kuartal ketiga, dengan emiten big caps dan consumer mencatat hasil sesuai atau di atas ekspektasi.
-
MSCI mengumumkan konsultasi terkait perhitungan metodologi free float saham Indonesia untuk penyesuaian bobot indeks, berlaku Mei 2025.
-
Pandangan Kami:
Kami melihat musim laporan keuangan kuartal ketiga 2025 sebagai titik balik bagi potensi kembalinya aliran dana asing ke pasar saham Indonesia. Dengan valuasi yang menarik dibandingkan negara kawasan dan prospek pertumbuhan yang lebih baik, terdapat peluang bagi arus masuk baru ke pasar ekuitas. Menjelang akhir tahun, kami juga memperkirakan peningkatan belanja sosial pemerintah yang dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi. Namun, kami tetap menyarankan mempertahankan porsi kas taktis 5–10% untuk mengantisipasi volatilitas menjelang aksi ambil untung akhir tahun.
Rekomendasi:
Simak pembahasan mendalam seputar pergerakan pasar pekan ini dalam laporan lengkap Weekly Market Recap: Baca Selengkapnya
| PRODUK | 3M PERFORMANCE | YTD PERFORMANCE |
|---|---|---|
| JCI | +9,08% | +15,31% |
| LQ45 | +5,20% | +0,59% |
| Saham | ||
| MITRA A | +6,71% | +2,15% |
| MICB A | +4,71% | +0,49% |
| ASEAN5 | +6,11% | -0,84% |
| MGSED | +6,78% | +13,22% |
| Indeks | ||
| FTSE ESG A | +5,60% | +3,59% |
| ETF | ||
| XMLF | +4,84% | +4,07% |
| Campuran | ||
| MISB | +9,94% | +18,34% |
| MIA | +7,16% | +6,34% |
| Pendapatan Tetap | ||
| MIDU A | +2,51% | +8,32% |
| MIDO2 | +3,70% | +9,04% |
| IDAMAN A | +2,37% | +6,26% |
| Pasar Uang | ||
| MIPU A | +1,05% | +3,74% |
| MMUSD | +0,68% | +2,52% |
*Data diatas adalah data per tanggal 31 Oktober 2025
Info Lebih Lanjut
Hubungi Mandiri Investasi – (021) 526 3505
Email Mandiri Investasi – [email protected]
Mandiri Investasi – www.mandiri-investasi.co.id
DISCLAIMER
Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana
Written by




Tinggalkan Balasan