Ringkasan Pasar:
-
Saham Global: Meskipun risiko geopolitik meningkat, pasar global tetap dibuka menguat dengan S&P 500 naik +1,57% WoW dan Nasdaq naik +1,88% WoW.
-
Saham Domestik: Rotasi ke pasar negara berkembang (EM) menguntungkan Indonesia, dengan IHSG naik +2,16% WoW dan IDX80 naik +2,17% WoW, didorong oleh sektor komoditas dan konglomerasi. Arus dana asing tercatat masuk sebesar Rp1,62 triliun WoW.
-
Pasar Obligasi Domestik: Imbal hasil IndoGB relatif stabil di level 6,13%. Arus dana asing tercatat masuk sebesar Rp900 miliar WoW, dengan porsi kepemilikan mencapai 13,4%.
Berita Utama Pekan Ini:
-
Amerika Serikat kini menguasai minyak Venezuela melalui penyitaan kapal dan berencana menjual minyak senilai USD 2,8 miliar yang tersimpan.
-
Pasar tenaga kerja AS masih melemah, dengan data NFP Desember 2025 hanya mencatat penambahan 50 ribu tenaga kerja MoM, di bawah konsensus 56 ribu. Secara tahunan, total penambahan tenaga kerja 2025 mencapai 584 ribu, menjadi pertumbuhan terendah sejak 2003. Hal ini kembali menggeser fokus pasar pada potensi pelonggaran kebijakan moneter.
-
Inflasi China mencapai level tertinggi dalam tiga tahun di 0,8% YoY pada Desember, di tengah lemahnya sektor properti dan konsumsi. Namun, angka ini masih jauh di bawah target pemerintah sebesar 2%.
-
Defisit fiskal Indonesia mencapai 2,9% pada 2025. Pelebaran defisit disebabkan oleh penurunan pendapatan sebesar 3% YoY, sementara belanja meningkat 3% YoY, terutama pada belanja modal, material, dan sosial.
-
Inflasi Indonesia meningkat akibat banjir di Sumatra, mencapai 2,9% YoY pada Desember. Sementara itu, surplus perdagangan naik menjadi USD 2,6 miliar.
Pandangan Kami:
Meskipun ketegangan geopolitik meningkat, sentimen risk-on global tetap berlanjut didukung oleh pertumbuhan global yang relatif solid dan ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed. Rotasi ke pasar negara berkembang masih berlanjut seiring valuasi yang menarik dan prospek pertumbuhan yang lebih baik. Kami mempertahankan pandangan positif terhadap pasar saham dengan pendekatan barbell antara saham pertumbuhan dan instrumen lindung nilai. Kami juga menempatkan porsi kas sebesar 3–5% untuk memanfaatkan peluang di tengah volatilitas dan katalis berbasis arus dana.
Rekomendasi:
Simak pembahasan mendalam seputar pergerakan pasar pekan ini dalam laporan lengkap Weekly Market Recap: Baca Selengkapnya
| PRODUK | 3M PERFORMANCE | YTD PERFORMANCE |
|---|---|---|
| JCI | +8.31% | +3.35% |
| LQ45 | +8.48% | +2.53% |
| Saham | ||
| MITRA A | +9.10% | +3.20% |
| MICB A | +7.99% | +2.07% |
| ASEAN5 | +8.71% | +3.24% |
| MGSED | +0.54% | +1.59% |
| Indeks | ||
| FTSE ESG A | +5.68% | +1.13% |
| ETF | ||
| XMLF | +8.81% | +2.66% |
| Campuran | ||
| MISB | +6.13% | +3.71% |
| MIA | +7.34% | +3.52% |
| Pendapatan Tetap | ||
| MIDU A | +0.69% | +0.10% |
| MIDO2 | +1.51% | +0.10% |
| IDAMAN A | +0.13% | -0.31% |
| Pasar Uang | ||
| MIPU A | +1.02% | +0.09% |
| MMUSD | +0.67% | +0.07% |
*Data diatas adalah data per tanggal 9 Januari 2026
Info Lebih Lanjut
Hubungi Mandiri Investasi – (021) 526 3505
Email Mandiri Investasi – [email protected]
Mandiri Investasi – mandiri-investasi.co.id
DISCLAIMER
Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana
Written by




Tinggalkan Balasan