Ringkasan Pasar:
-
Saham Global: Saham berkapitalisasi besar dan sektor teknologi AS terkoreksi seiring kekhawatiran atas belanja AI (kecerdasan buatan) oleh perusahaan teknologi dan software. Nasdaq −2,1% WoW sementara S&P 500 −1,4% WoW.
-
Saham Domestik: Respons cepat pemerintah memulihkan kepercayaan dan memicu rebound pasar. IHSG +3,5% WoW dan IDX80 +3,4% WoW. Arus dana asing tercatat keluar sebesar Rp−5,47 triliun WoW.
-
Pasar Obligasi Domestik: Imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia (IndoGB) rebound ke 6,4% seiring respons kebijakan pemerintah. Arus dana asing keluar Rp−1,1 triliun WoW.
Berita Utama Pekan Ini:
-
Data ekonomi AS mendukung peluang penurunan suku bunga lanjutan. Core CPI +2,5% YoY (terendah sejak Maret 2021) dan headline CPI 2,39% YoY di bawah konsensus. NFP melampaui ekspektasi dengan +130 ribu penambahan tenaga kerja di Januari. Kombinasi ini mencerminkan ekonomi yang menua dan produktivitas rendah, membuka ruang pelonggaran.
-
Peningkatan transparansi di IDX akan diterapkan melalui metrik konsentrasi kepemilikan pemegang saham, mengikuti praktik di Hong Kong.
-
Pemerintah Indonesia mengumumkan paket stimulus Rp911 miliar untuk periode Lebaran berupa diskon tarif kereta, kapal, dan pesawat.
-
Pemangkasan output nikel berpotensi memicu defisit pasokan. Kuota tambang nikel 2026 sebesar 270 juta ton lebih rendah 25% dibanding kuota 2025, menimbulkan kekurangan bijih bagi smelter domestik.
-
Prabowo Subianto meminta Kementerian ESDM meninjau dugaan pelanggaran di tambang emas Martabe dan memastikan proses sesuai ketentuan untuk menjaga iklim investasi.
- Pemerintah Indonesia tengah mengkaji pelarangan lanjutan ekspor bahan mentah guna menarik FDI pada hilirisasi mineral.
Pandangan Kami:
Ketidakpastian sentimen asing masih membayangi pasar Indonesia dan berpotensi menjadi overhang hingga ada kejelasan. Untuk sementara kami merekomendasikan penurunan risiko melalui eksposur aset berbasis USD serta instrumen lindung nilai logam mulia.
Dari sisi portofolio, kami melakukan rotasi ke sektor defensif dan secara taktis meningkatkan porsi kas untuk menunggu peluang masuk kembali pada saham fundamental yang oversold.
Rekomendasi:
Simak pembahasan mendalam seputar pergerakan pasar pekan ini dalam laporan lengkap Weekly Market Recap: Baca Selengkapnya
| PRODUK | 3M PERFORMANCE | YTD PERFORMANCE |
|---|---|---|
| JCI | -1.91% | -5.03% |
| LQ45 | -1.39% | -2.00% |
| Saham | ||
| MITRA A | +0.65% | -2.29% |
| MICB A | +1.02% | –1.49% |
| ASEAN5 | +0.10% | -2.56% |
| MGSED | +3.89% | +4.04% |
| Indeks | ||
| FTSE ESG A | –3.31% | –3.15% |
| ETF | ||
| XMLF | –0.85% | –1.86% |
| Campuran | ||
| MISB | +2.60%% | –0.11% |
| MIA | –0.89% | –2.85% |
| Pendapatan Tetap | ||
| MIDU A | +0.11% | -0.14% |
| MIDO2 | -0.26% | -0.53% |
| IDAMAN A | -0.61% | -0.44% |
| Pasar Uang | ||
| MIPU A | +0.91% | +0.37% |
| MMUSD | +0.65% | +0.30% |
*Data diatas adalah data per tanggal 13 Februari 2026
Info Lebih Lanjut
Hubungi Mandiri Investasi – (021) 526 3505
Email Mandiri Investasi – [email protected]
Mandiri Investasi – mandiri-investasi.co.id
DISCLAIMER
Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana
Written by




Tinggalkan Balasan