IHSG turun 2,4% dalam sepekan menjadi 6.561 dan LQ45 merosot 2,3% ke 941. Yield dari INDOGB naik menjadi 6,23% dari 6,18% dalam sepekan.
November 29, 2021
#WMR 22 – 26 Nov 2021
November 29, 2021
IHSG turun 2,4% dalam sepekan menjadi 6.561 dan LQ45 merosot 2,3% ke 941. Yield dari INDOGB naik menjadi 6,23% dari 6,18% dalam sepekan.
November 22, 2021
IHSG ditutup pada rekor tertinggi sepanjang sejarah pada 6,720 (naik 1%) dalam sepekan. Sedangkan LQ45 capai 963 (naik 1,3%) dalam seminggu.
November 19, 2021
Government possesses a solid state revenue, hence the deficit supposedly lower with spending maintained solid.
November 15, 2021
Minggu yang baik buat IHSG yang naik 1,1% selama sepekan menjadi 6.651. Sementara, LQ45 naik 0,4% dalam sepekan menjadi 951.
November 11, 2021
People talking about normalization, but in reality the earnings continue beating forecasts.
November 8, 2021
IHSG turun tipis 0,1% (10 poin) ke 6,581 dan LQ45 turun 0,5% (5 poin) ke 947. Yield dari INDOGB 10 tahun bertahan di 6,2% naik tipis 5bps.
November 3, 2021
Penyerapan likuiditas di pasar keuangan lambat laun mulai naik. Pertumbuhan uang beredar M2 berada pada kisaran dibawah 10% yoy selama tiga bulan terakhir (Juli – September)
November 3, 2021
Inflasi menjadi isu bagi beberapa negara secara global karena gangguan supply chain dan tingginya harga energi.
November 3, 2021
Oktober merupakan bulan bagi pasar saham Indonesia. Hampir semua saham blue-chips berkinerja baik di Oktober sehingga JCI mencetak rekor baru.
November 2, 2021
IHSG turun tipis 0,8% (52 poin) dalam sepekan, saham – saham blue-chip koreksi yang terlihat pada indeks LQ45 yang turun 1,9% (18 poin).
Oktober 28, 2021
Meski harga energi tumbuh, pemerintah Indonesia memiliki kekuatan untuk mengendalikan harga. Investasi obligasi masih menguntungkan di 2022.
Oktober 27, 2021
Relaksasi kebijakan pengetatan aktifitas masyarakat yang terus dilakukan oleh pemerintah membuahkan hasil.
Oktober 25, 2021
IHSG bertahan pada posisinya di 6.643 dengan kenaikan 10 poin (0,1%) sepekan. Begitu pula indeks LQ45 yang bertahan di 970 (turun 2 poin).
Oktober 18, 2021
LQ45 mengalami kenaikan 33 bps (+3,5) dalam sepekan menjadi 972, sementara IHSG naik 152 bps (+2,3%) menjadi 6.633.
Oktober 14, 2021
Penurunan target penerbitan obligasi dan target imbal hasil obligasi yang lebih rendah
Oktober 11, 2021
LQ45 mengalami kenaikan sebanyak 53 bps (+6.08% dalam seminggu) menjadi 939, level tersebut akhirnya melawati titik akhir tahun 2020 di 934.
Oktober 4, 2021
Terdapat banyak perkembangan data dalam makro ekonomi di bulan September 2021, termasuk pertumbuhan pinjaman.
Oktober 4, 2021
The Fed menahan suku bunga acuan 0% – 0,25% pada pertemuan FOMC. The Fed juga akan menurunkan stimulus pembelian obligasi akhir tahun ini.
Oktober 4, 2021
Pasar global lebih wait and see perkembangan ekonomi US dan kebijakan China. Inflasi US menurun pertama kali di tahun 2021.
Oktober 4, 2021
IHSG naik 84 poin menembus ke level 6,200 menjadi 6,228 (+1.4% dalam sepekan) dan LQ45 naik 2,3% menjadi 886.