Danantara diluncurkan, pemotongan anggaran Rp307T, dan ketidakpastian tarif AS membentuk dinamika ekonomi Indonesia Februari 2025.
Maret 11, 2025
Equity Market Commentary : Februari 2025
Maret 11, 2025
Danantara diluncurkan, pemotongan anggaran Rp307T, dan ketidakpastian tarif AS membentuk dinamika ekonomi Indonesia Februari 2025.
Maret 11, 2025
Ketegangan perdagangan AS, tarif, dan dampaknya terhadap ekonomi global masih menjadi perhatian utama di Februari 2025.
Maret 10, 2025
Pasar pulih seiring inflasi mereda. Investor mencermati tarif AS, kebijakan fiskal Indonesia, dan dinamika ekonomi global.
Maret 3, 2025
IHSG turun hampir 8% di tengah sentimen negatif global. Saatnya akumulasi saham berbasis USD dan reksa dana pasar uang.
Februari 24, 2025
Pelantikan Trump dan pemotongan suku bunga BI memicu volatilitas pasar. Fokus pada pertumbuhan ekonomi domestik dan inflasi global.
Februari 24, 2025
Pasar saham AS melemah akibat tarif baru dan penurunan permintaan. IHSG turun tipis, investor waspada dengan ketidakpastian global.
Februari 17, 2025
Inflasi AS melampaui perkiraan, memengaruhi yield obligasi. Investor beralih ke reksa dana saham saat IndoGB capai target yield.
Februari 10, 2025
Pasar global waspada kebijakan AS & tarif dagang. Yield IndoGB turun 6,9%, investor cermati Mandiri Investment Forum.
Februari 6, 2025
BI pangkas suku bunga 25 bps ke 5,75%. Yield IndoGB turun, Rupiah melemah Rp16.300/USD, investor waspada perubahan kebijakan global.
Februari 6, 2025
IHSG dipengaruhi kebijakan Trump & pemotongan anggaran Prabowo. BI turunkan suku bunga 25 bps, pasar optimis namun tetap waspada.
Februari 6, 2025
Volatilitas pasar global meningkat usai pelantikan Trump. Inflasi AS 2,9%, The Fed tetap hawkish, ekonomi AS tetap tangguh.
Januari 31, 2025
Dinamika ekonomi global & domestik Q4 2024: Trump terpilih, kebijakan moneter ketat, dan optimisme pemerintah baru di Indonesia.
Januari 31, 2025
Optimisme global & domestik tutup 2024. Soft landing ekonomi AS & tren inflasi turun jadi modal hadapi 2025 yang menjanjikan.
Januari 20, 2025
Saham AS naik saat BI turunkan suku bunga, mendorong pertumbuhan dan kepercayaan pasar, dengan pembaruan ekonomi global dan domestik.
Januari 2, 2025
BI tahan BI Rate di akhir 2024, SRBI naik. Dana pasar uang menarik di tengah ketidakpastian global dan kenaikan imbal hasil.
Januari 2, 2025
Fed pangkas suku bunga dengan pandangan hawkish, yield UST naik 4,6%. BI tahan BI Rate 6%, IndoGB di atas 7%, peluang investor.
Januari 2, 2025
Rupiah melemah 2% di Desember 2024, DXY naik ke 108. Pasar saham Indonesia tertekan, diversifikasi jadi strategi utama.
Januari 2, 2025
Akhir 2024 melampaui ekspektasi, ekonomi AS tetap kuat. Pasar saham AS cetak rekor, Fed ubah narasi suku bunga. Ketidakpastian 2025.
Desember 23, 2024
Trump terpilih kembali, dorong ekonomi AS kuat. USD menguat, investor fokus pada saham AS, pasar negara berkembang tertekan.
Desember 16, 2024
Belanja pemerintah naik 15,3% yoy, pendapatan tumbuh 1,2%, defisit anggaran 1,8% terhadap PDB. Dana sosial naik akhir tahun.