The Fed dan BI pangkas suku bunga, pasar obligasi dan Rupiah merespons positif. Yield IndoGB stabil, potensi penurunan lanjutan terbuka.
Oktober 7, 2024
Bond Market Commentary : September 2024
Oktober 7, 2024
The Fed dan BI pangkas suku bunga, pasar obligasi dan Rupiah merespons positif. Yield IndoGB stabil, potensi penurunan lanjutan terbuka.
Oktober 7, 2024
Pasar saham global terdorong oleh penurunan suku bunga The Fed dan stimulus PBoC. IHSG capai rekor, koreksi jadi peluang investasi.
Oktober 7, 2024
The Fed dan PBoC menurunkan suku bunga, mendukung pasar global. Stimulus bank sentral dorong pertumbuhan ekonomi dan kinerja saham.
Oktober 7, 2024
China perlambatan ekonomi, stimulus moneter naikkan indeks saham, investor asing mulai optimis. Potensi positif RD saham Indonesia.
September 23, 2024
Penurunan suku bunga Fed mendorong pasar saham dan obligasi Indonesia, potensi rally IndoGB masih terbuka.
September 17, 2024
Pemotongan suku bunga The Fed di September 2024 melemahkan US Dollar, mendorong indeks saham dan obligasi di tengah inflasi yang menurun.
September 17, 2024
Keputusan suku bunga AS dan BI akan pengaruhi pasar modal, saham domestik diperkirakan positif menjelang akhir tahun.
September 9, 2024
Kenaikan IHSG positif, namun peluang investasi saham tetap terbuka karena valuasi masih menarik tanpa 7 saham besar.
September 6, 2024
Rally obligasi Agustus 2024 dipicu pernyataan The Fed, proyeksi suku bunga BI, dan preferensi obligasi pasar uang.
September 6, 2024
Yield IndoGb turun ke bawah 6,8%, didorong penurunan US Treasury 10-tahun dan penguatan Rupiah sebesar 5% sepanjang Agustus 2024.
September 6, 2024
Pasar ekuitas domestik stabil, didukung oleh penurunan suku bunga AS dan penguatan Rupiah, dengan prospek positif ke depan.
September 6, 2024
Pasar ekuitas global berfluktuasi di Agustus 2024, namun stabil dengan optimisme penurunan suku bunga oleh The Fed dan Bank of Japan.
September 2, 2024
IHSG cetak rekor 7700, Rupiah menguat ke Rp15.450/USD. Valuasi IHSG murah di 13,6x PE dengan risiko penurunan terbatas.
Agustus 19, 2024
Pasar saham dan obligasi bangkit Juli 2024 didorong penurunan suku bunga global dan stabilitas ekonomi, IHSG naik ke 7200, yield IndoGb < 7%.
Agustus 19, 2024
Ekonomi domestik Indonesia terus berkembang meski adanya tantangan, dengan peningkatan impor dan ekspor serta defisit anggaran yang mengecil.
Agustus 12, 2024
Pasar saham global mengalami penurunan akibat kekhawatiran resesi AS, namun mayoritas ekonom memperkirakan soft-landing di AS.
Agustus 5, 2024
Menteri Keuangan Indonesia meningkatkan penggunaan SAL untuk mengimbangi proyeksi pendapatan pemerintah yang lebih rendah.
Agustus 5, 2024
Tingkat dan volume SRBI telah menurun di semua tenor, di mana hal tersebut menunjukkan kemungkinan penurunan suku bunga acuan.
Agustus 5, 2024
Nilai tukar Rupiah stabil Juli 2024 karena penurunan indeks DXY, inflasi lebih rendah, dan pasar kerja melambat di AS.
Agustus 5, 2024
Ekonomi AS menuju situasi di mana Federal Reserve mendekati penurunan suku bunga meski pertumbuhan Q2 2024 tinggi.