Pada bulan Desember, Bank Indonesia meningkatkan volume dan yield lelang SRBI, yang kami pandang sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah. Rata-rata yield SRBI tenor 12 bulan meningkat menjadi sekitar 5,0% pada Desember dari 4,7% pada November—kenaikan yang masih tergolong wajar dan turut mendorong penyesuaian pada yield instrumen pasar uang lainnya. Selain itu, sejumlah bank menaikkan suku bunga deposito sekitar 25 bps menjelang akhir tahun, sejalan dengan dinamika musiman pengelolaan likuiditas dan kebutuhan pelaporan.
Meski terjadi kenaikan pada akhir tahun, secara keseluruhan tingkat imbal hasil instrumen pasar uang masih berada pada level yang relatif rendah. Ke depan, kami memperkirakan yield akan tetap terjaga sepanjang 2026, didukung oleh prospek moneter yang masih membuka ruang pelonggaran. Dalam konteks tersebut, tingkat imbal hasil pasar uang saat ini masih tergolong menarik dibandingkan potensi lingkungan imbal hasil di masa mendatang, sekaligus menegaskan peran instrumen pasar uang sebagai sarana untuk memperoleh imbal hasil yang stabil dengan tetap menjaga likuiditas.
Rekomendasi Produk
| REKSA DANA PASAR UANG | |
|---|---|
| MIPU | Reksa Dana MIPU berinvestasi pada Instrumen Pasar Uang dengan segmen Jangka Pendek dan dikategorikan berisiko Rendah. Investor memiliki risiko atas Portofolio Pasar Uang tersebut. |
| MPUS | Reksa Dana MPUS berinvestasi pada Instrumen Pasar Uang Syariah dengan segmen Jangka Pendek dan dikategorikan berisiko Rendah. Investor memiliki risiko atas Portofolio Pasar Uang Syariah tersebut. |
| MMUSD | Reksa Dana MMUSD berinvestasi pada Instrumen Pasar Uang dalam denominasi US Dollar dengan segmen Jangka Pendek dan dikategorikan berisiko Rendah. Investor memiliki risiko atas Portofolio Pasar Uang denominasi US Dollar tersebut. |
Info Lebih Lanjut
Hubungi Mandiri Investasi – (021) 526 3505
Email Mandiri Investasi – [email protected]
Mandiri Investasi – www.mandiri-investasi.co.id
DISCLAIMER
Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.
Written by




Tinggalkan Balasan