Ringkasan Pasar:
-
Global Equity: Pasar global terkoreksi seiring berlanjutnya ketidakpastian akibat konflik di Iran. S&P500 -2,1% WoW dan Nasdaq -3,2% WoW, terutama dipicu perubahan sentimen terhadap permintaan memori.
-
Domestic Equity: Pekan perdagangan yang lebih singkat pasca libur Lebaran sempat mendorong rebound tipis sebelum kembali terkoreksi seiring berlanjutnya konflik. IHSG -0,1% WoW dan IDX80 -0,07% WoW. Investor asing mencatat outflow sebesar Rp21 triliun, didorong transaksi crossing, dengan normalized outflow sekitar Rp2 triliun.
-
Domestic Bond Market: IndoGB relatif stabil di 6,86%. Investor asing mencatat outflow sebesar Rp1 triliun WoW.
Berita Utama Pekan Ini:
-
Donald Trump memulai proses negosiasi dan berkomitmen menunda serangan di Selat Hormuz hingga 6 April. Di saat yang sama, AS tetap meningkatkan tekanan dengan penambahan kekuatan militer di kawasan.
-
Kunjungan Trump ke Beijing ditunda menjadi 14–15 Mei akibat eskalasi konflik.
-
Kelompok Houthi Rebels ikut terlibat dalam konflik dengan meluncurkan misil ke Israel. Partisipasi ini menandai eskalasi konflik, mengingat kelompok tersebut dikenal aktif di jalur logistik strategis seperti Selat Hormuz.
-
Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa batas defisit anggaran 3% terhadap PDB hanya akan dilampaui dalam kondisi krisis berat. Pemerintah juga menyoroti kuatnya konsumsi masyarakat selama periode Lebaran sebagai penopang optimisme pertumbuhan kuartal I.
-
Google mengumumkan algoritma efisiensi memori TurboQuant, yang berpotensi menurunkan ekspektasi permintaan terhadap memori dan infrastruktur AI.
Pandangan Kami:
Memasuki minggu kelima konflik Iran, ketidakpastian global masih tinggi dengan potensi eskalasi yang dapat meningkatkan risiko terhadap perekonomian global. Kami tetap berpandangan positif pada aset berkualitas dan saham undervalued, serta menjaga diversifikasi portofolio.
Dari sisi portofolio, kami memposisikan strategi lindung nilai terhadap ketidakpastian, sambil mempertahankan likuiditas (dry powder) untuk memanfaatkan peluang masuk kembali pada saham fundamental yang oversold.
Rekomendasi:
Simak pembahasan mendalam seputar pergerakan pasar pekan ini dalam laporan lengkap Weekly Market Recap: Baca Selengkapnya
| PRODUK | 3M PERFORMANCE | YTD PERFORMANCE |
|---|---|---|
| JCI | -18.10% | -17.81% |
| LQ45 | -15.27% | -14.67% |
| Saham | ||
| MITRA A | -9.94% | -9.74% |
| MICB A | -7.88% | -8.23% |
| ASEAN5 | -10.25% | -9.98% |
| MGSED | +3.69% | +0.50% |
| Indeks | ||
| FTSE ESG A | -13.36% | -13.44% |
| ETF | ||
| XMLF | -14.65% | -14.40% |
| Campuran | ||
| MISB | -3.24% | -3.75% |
| MIA | -6.79% | -6.51% |
| Pendapatan Tetap | ||
| MIDU A | -1.53% | -1.78% |
| MIDO2 | -2.44% | -2.80% |
| IDAMAN A | -0.93% | -1.30% |
| Pasar Uang | ||
| MIPU A | +0.71% | +0.57% |
| MMUSD | +0.63% | +0.52% |
*Data diatas adalah data per tanggal 17 Maret 2026
Info Lebih Lanjut
Hubungi Mandiri Investasi – (021) 526 3505
Email Mandiri Investasi – [email protected]
Mandiri Investasi – mandiri-investasi.co.id
DISCLAIMER
Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana
Written by




Tinggalkan Balasan