Weekly Market Recap 30 Maret – 3 April 2026

  • icon-jam06 April 2026
  • icon-share
    Shares

Weekly Market Recap 30 Maret – 3 April 2026

Ringkasan Pasar:

  • Global Equity: Pasar global rebound seiring prospek meredanya konflik di Iran. S&P500 +3,4% WoW.

  • Domestic Equity: IHSG masih dibayangi risiko geopolitik dan tekanan inflasi akibat konflik Iran. IHSG -0,99% WoW, sementara saham berkapitalisasi besar relatif lebih defensif dengan IDX80 -0,5% WoW. Investor asing mencatat net outflow sebesar Rp2,9 triliun WoW, seiring implementasi kebijakan keterbukaan kepemilikan oleh IDX.

  • Domestic Bond Market: Imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun (Indonesia 10Y) rebound ke 6,65%, didorong oleh ketahanan Rupiah. Investor asing mencatat net inflow sebesar Rp1,8 triliun WoW.

 

Berita Utama Pekan Ini:

  • Donald Trump menyampaikan bahwa Amerika Serikat berpotensi mengakhiri konflik dengan Iran dalam “dua hingga tiga minggu”, terlepas dari tercapainya kesepakatan damai. Trump juga mengancam akan menyerang infrastruktur energi dan publik Iran apabila kesepakatan tidak tercapai.

  • Beban perang mulai berdampak pada pasar AS, tercermin dari survei kepercayaan konsumen yang meskipun masih di atas ekspektasi, menunjukkan antisipasi kenaikan inflasi dalam beberapa bulan ke depan. Data JOLTS juga melemah ke 6,88 juta, di bawah konsensus.

  • Pemerintah Indonesia mulai mengambil langkah luar biasa untuk menghadapi kenaikan harga minyak. Kebijakan mencakup penerapan WFH untuk layanan publik, pemangkasan anggaran perjalanan dan rapat, serta efisiensi program. Langkah ini diperkirakan menghemat Rp152–161 triliun, yang dapat dialokasikan untuk tambahan subsidi energi sebesar Rp90–100 triliun guna menjaga harga BBM.

  • Aktivitas ekonomi Indonesia menunjukkan normalisasi pada Maret 2026 dengan inflasi +3,48% YoY, dipengaruhi low base dari diskon listrik sebelumnya. PMI juga turun ke 50,1 terendah sejak Juli 2025, sementara surplus perdagangan melemah menjadi USD 1,27 miliar.

 

Pandangan Kami:

Kami memperkirakan dampak kenaikan harga BBM terhadap inflasi dan sentimen ekonomi akan mulai terlihat pada bulan-bulan mendatang. Hal ini berpotensi meningkatkan volatilitas pasar seiring ekspektasi terhadap konflik yang berkepanjangan serta risiko stagflation.

Dari sisi portofolio, kami memposisikan strategi lindung nilai terhadap ketidakpastian, sambil mempertahankan likuiditas (dry powder) untuk memanfaatkan peluang masuk kembali pada saham fundamental yang oversold.


 

Rekomendasi:

RD MISB, RD MMUSD, RD IDAMAN, RD MIDU, RD MIDSYA, RD MGSED, RD MASED, RD FTSE, ETF LQ45, ETF SRI Kehati, MICB. 

 

Simak pembahasan mendalam seputar pergerakan pasar pekan ini dalam laporan lengkap Weekly Market RecapBaca Selengkapnya

 


 

PRODUK 3M PERFORMANCE YTD PERFORMANCE
JCI -19.68% -18.74%
LQ45 -16.13% -15.59%
Saham
MITRA A -11.58% -10.45%
MICB A -9.70% -9.02%
ASEAN5 -11.89% -10.78%
MGSED -1.53% -1.02%
Indeks
FTSE ESG A -13.99% -13.83%
ETF
XMLF -15.09% -14.53%
Campuran
MISB -6.11% -5.19%
MIA -7.10% -6.83%
Pendapatan Tetap
MIDU A  -1.18% -1.44%
MIDO2 -1.71% -2.06%
IDAMAN A -2.15% -2.37%
Pasar Uang
MIPU A +0.78% +0.65%
MMUSD +0.72% +0.62%

*Data diatas adalah data per tanggal 3 April 2026

 


Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi – (021) 526 3505
‌Email Mandiri Investasi – [email protected]
‌Mandiri Investasi – mandiri-investasi.co.id
‌‌


DISCLAIMER

‌Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana

Written by

Theodorus Alvinly

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *