Weekly Market Recap 6-10 April 2026

  • icon-jam13 April 2026
  • icon-share
    Shares

Weekly Market Recap 6-10 April 2026

Ringkasan Pasar:

  • Global Equity: Pasar global melanjutkan penguatan seiring kesepakatan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran serta pembukaan kembali jalur Selat Hormuz. S&P500 +3,6% WoW.

  • Domestic Equity:Pasar Indonesia rebound didorong oleh de-eskalasi konflik AS–Iran. IHSG +6,14% WoW dan IDX80 +5,4% WoW. Investor asing mencatat net inflow sebesar Rp1 triliun WoW.

  • Domestic Bond Market: Imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun (Indonesia 10Y) melanjutkan penguatan ke 6,57%. Investor asing mencatat net inflow sebesar Rp4,8 triliun WoW.

 

Berita Utama Pekan Ini:

  • Negosiasi Iran berakhir tanpa kesepakatan akibat kekhawatiran terkait program nuklir dan sanksi. Sebagai respons, Donald Trump mengumumkan blokade terhadap Selat Hormuz.

  • Ekonomi AS tetap solid namun menunjukkan kehati-hatian, tercermin dari PMI sektor jasa yang kuat di level 54. Risiko utama berasal dari inflasi yang meningkat akibat konflik, terlihat dari CPI Maret yang mencatat kenaikan bulanan tertinggi sejak 2022 sebesar +0,9% MoM, didorong oleh harga bensin (+21% YoY).

  • The Fed melihat konflik Iran sebagai risiko terhadap inflasi dan pasar tenaga kerja, sebagaimana tercermin dalam risalah FOMC. Hal ini berpotensi mempersulit arah kebijakan moneter ke depan.

  • Pemerintah Indonesia terus meredam dampak konflik dengan mengalokasikan Rp2,6 triliun untuk subsidi tiket pesawat. Selain itu, pemerintah memperkuat roadmap B50, dengan tahap awal pada Juli 2026 dan target implementasi penuh pada 2028.

  • Dampak konflik mulai terlihat pada domestik, dengan cadangan devisa Maret 2026 turun menjadi USD 148 miliar (sebelumnya USD 151,9 miliar) serta indeks kepercayaan konsumen menurun ke 122,9 (sebelumnya 125,1), terendah sejak Oktober 2025.

 

Pandangan Kami:

Kegagalan negosiasi AS–Iran meningkatkan risiko jangka pendek seiring pasar mulai mengantisipasi potensi re-eskalasi konflik. Jalur utama yang perlu dicermati adalah sikap Iran terhadap Selat Hormuz sebagai jalur strategis energi global.

Dari sisi portofolio, kami memposisikan strategi lindung nilai terhadap ketidakpastian geopolitik. Kami melihat peluang pada pemilihan sektor yang selektif, serta menghindari posisi spekulatif. Kami tetap menjaga fleksibilitas kas secara taktis untuk memanfaatkan peluang akumulasi pada saat pasar melemah (bottom fishing).


 

Rekomendasi:

RD MISB, RD MMUSD, RD IDAMAN, RD MIDU, RD MIDSYA, RD MGSED, RD MASED, RD FTSE, ETF LQ45, ETF SRI Kehati, MICB. 

Simak pembahasan mendalam seputar pergerakan pasar pekan ini dalam laporan lengkap Weekly Market RecapBaca Selengkapnya

 


 

PRODUK 3M PERFORMANCE YTD PERFORMANCE
JCI -16.54% -13.74%
LQ45 -14.00% -11.82%
Saham
MITRA A -11.71% -8.88%
MICB A -9.29% -7.42%
ASEAN5 -12.11% -9.26%
MGSED +0.77% +2.99%
Indeks
FTSE ESG A -11.94% -10.94%
ETF
XMLF  -11.94% -10.94%
Campuran
MISB -6.42% -2.95%
MIA -8.89% -5.68%
Pendapatan Tetap
MIDU A -0.69% -0.94%
MIDO2 -1.16% -1.52%
IDAMAN A -1.20% -1.42%
Pasar Uang
MIPU A +0.83% +0.70%
MMUSD + 0.79% +0.68%

*Data diatas adalah data per tanggal 10 April 2026

 


Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi – (021) 526 3505
‌Email Mandiri Investasi – [email protected]
‌Mandiri Investasi – mandiri-investasi.co.id
‌‌


DISCLAIMER

‌Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana

Written by

Theodorus Alvinly

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *