Ringkasan Pasar:
-
Saham Global: Pasar global mengambil jeda setelah sentimen pemangkasan suku bunga The Fed. S&P500 turun -0,6% WoW sementara Nasdaq melemah -1,6% WoW.
-
Saham Domestik: Aksi ambil untung terlihat seiring rotasi investor dari sektor keuangan ke komoditas. IHSG turun -0,3% WoW sementara IDX80 naik +0,38% WoW.
-
Obligasi Domestik: Imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia relatif stabil di level 6,19%.
Berita Utama Pekan Ini:
-
The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 bps ke kisaran 3,5–3,75%, sesuai ekspektasi pasar sebagai langkah antisipatif terhadap pelemahan pasar tenaga kerja. The Fed memproyeksikan satu kali pemangkasan tambahan pada 2026. Selain itu, The Fed memulai pembelian US Treasury senilai USD40 miliar untuk menjaga likuiditas selama musim pajak di AS.
-
Kesepakatan dagang Indonesia–AS disebut berisiko setelah perwakilan dagang AS menyatakan Indonesia tidak sepenuhnya mengikuti kerangka kerja perdagangan yang disepakati pada Juli, khususnya terkait kebijakan non-tarif dan sistem pembayaran digital. Pemerintah Indonesia berkomitmen menyelesaikan kesepakatan tersebut sebelum akhir 2025.
-
Perbankan memperkirakan perbaikan moderat pertumbuhan kredit pada 2026 di kisaran 9–11% setelah permintaan yang lemah pada tahun ini. Pertumbuhan kredit melambat ke 7,36% YoY per Oktober 2025, sementara nilai kredit yang telah disetujui namun belum dicairkan tetap tinggi di IDR2.400 triliun.
-
Pemerintah Indonesia menurunkan penyertaan modal negara (PMN) kepada BUMN menjadi IDR11,5 triliun dari IDR35 triliun tahun sebelumnya, seiring perubahan prioritas kebijakan.
-
OJK menerapkan kebijakan relaksasi kredit.
-
Bea keluar batu bara akan diberlakukan pada 2026 dengan tarif 1–5%.
-
Pajak gula yang sebelumnya direncanakan mulai 2026 ditunda oleh pemerintah.
Pandangan Kami:
Bank Indonesia diperkirakan akan mengikuti langkah pemangkasan suku bunga The Fed pada rapat BI pekan ini, seiring pelemahan DXY dan stabilitas Rupiah.
Pandangan positif terhadap pasar saham tetap dipertahankan dengan pendekatan barbell antara saham pertumbuhan dan aset lindung nilai. Porsi kas 3–5% disiapkan untuk memanfaatkan peluang di tengah volatilitas dan katalis berbasis aliran dana.
Rekomendasi:
Simak pembahasan mendalam seputar pergerakan pasar pekan ini dalam laporan lengkap Weekly Market Recap: Baca Selengkapnya
| PRODUK | 3M PERFORMANCE | YTD PERFORMANCE |
|---|---|---|
| JCI | +10.27% | +22.33% |
| LQ45 | +5.42% | +2.63% |
| Saham | ||
| MITRA A | +11.46% | +8.38% |
| MICB A | +7.42% | +3.94% |
| ASEAN5 | +10.98% | +5.10% |
| MGSED | +1.43% | +10.02% |
| Indeks | ||
| FTSE ESG A | +2.32% | +2.98% |
| ETF | ||
| XMLF | +5.05% | +5.94% |
| Campuran | ||
| MISB | +12.57% | +24.33% |
| MIA | +10.74% | +10.97% |
| Pendapatan Tetap | ||
| MIDU A | +1.07% | +8.27% |
| MIDO2 | +2.24% | +8.69% |
| IDAMAN A | +0.10% | +5.87% |
| Pasar Uang | ||
| MIPU A | +1.04% | +4.25% |
| MMUSD | +0.72% | +2.87% |
*Data diatas adalah data per tanggal 12 Desember 2025
Info Lebih Lanjut
Hubungi Mandiri Investasi – (021) 526 3505
Email Mandiri Investasi – [email protected]
Mandiri Investasi – mandiri-investasi.co.id
DISCLAIMER
Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana
Written by




Tinggalkan Balasan