Ringkasan Pasar:
-
Saham Global: Pasar global kembali terkoreksi seiring meningkatnya ketegangan di Iran. S&P500 turun -2% WoW dan Nasdaq turun -1,24% WoW.
-
Saham Domestik: Ketegangan geopolitik serta kekhawatiran terhadap pelemahan belanja fiskal memicu koreksi tajam IHSG sebesar -7,9% WoW dan IDX80 -7,7% WoW. Arus dana asing keluar sebesar Rp3,5 triliun WoW.
-
Pasar Obligasi Domestik: Imbal hasil IndoGB naik ke 6,8% seiring kekhawatiran defisit fiskal akibat kenaikan harga minyak. Arus keluar asing tercatat Rp10,2 triliun WoW.
Berita Utama Pekan Ini:
-
Pemimpin baru Iran berjanji melanjutkan perlawanan. Mojtaba Khamenei, putra Ali Khamenei, ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi baru Iran dengan janji membalas serangan yang sedang berlangsung.
-
International Energy Agency merilis 400 juta barel cadangan minyak strategis untuk meredakan krisis pasokan akibat konflik. Harga minyak sempat stabil sebelum kembali naik setelah eskalasi baru di Selat Hormuz.
-
Kapal tanker minyak diserang di Selat Hormuz sehingga mendorong kenaikan harga minyak. Potensi blokade penuh jalur tersebut meningkatkan ketidakpastian pasar energi global.
-
Defisit fiskal Indonesia mencapai 0,5% dari PDB pada 2M26 (2M25: 0,1%), dipicu lonjakan belanja pemerintah sebesar +41,9% YoY menjadi Rp494 triliun. Pendapatan juga naik 13% YoY menjadi Rp358 triliun namun masih tertinggal dari pertumbuhan belanja.
-
Penjualan mobil Indonesia meningkat kuat pada Februari dengan kenaikan 12% YoY menjadi 81 ribu unit, didorong permintaan menjelang Lebaran dan pameran otomotif IIMS. Merek China kini menguasai pangsa pasar sekitar 15%.
Pandangan Kami:
Ketegangan berkepanjangan di Iran berpotensi mempertahankan harga minyak pada level tinggi, yang dapat memicu tekanan inflasi dan perlambatan ekonomi. Dalam kondisi ini, fokus pada saham berkualitas, lindung nilai komoditas, serta portofolio defensif menjadi penting.
Secara portofolio, strategi saat ini adalah menjaga perlindungan terhadap ketidakpastian sambil mempertahankan likuiditas untuk memanfaatkan peluang masuk kembali pada saham fundamental yang telah mengalami koreksi berlebihan.
Rekomendasi:
Simak pembahasan mendalam seputar pergerakan pasar pekan ini dalam laporan lengkap Weekly Market Recap: Baca Selengkapnya
| PRODUK | 3M PERFORMANCE | YTD PERFORMANCE |
|---|---|---|
| JCI | -12.13% | -12.27% |
| LQ45 | -8.41% | -8.33% |
| Saham | ||
| MITRA A | -4.84% | -6.35% |
| MICB A | -3.66% | -5.17% |
| ASEAN5 | -5.06% | -6.43% |
| MGSED | +2.04% | +2.00% |
| Indeks | ||
| FTSE ESG A | -9.26% | -8.95% |
| ETF | ||
| XMLF | -7.98% | -8.21% |
| Campuran | ||
| MISB | +0.65% | -1.62% |
| MIA | -3.02% | -4.53% |
| Pendapatan Tetap | ||
| MIDU A | -0.07% | -0.49% |
| MIDO2 | -0.67% | -1.16% |
| IDAMAN A | -0.90% | -1.01% |
| Pasar Uang | ||
| MIPU A | +0.81% | +0.52% |
| MMUSD | +0.64% | +0.46% |
*Data diatas adalah data per tanggal 9 Maret 2026
Info Lebih Lanjut
Hubungi Mandiri Investasi – (021) 526 3505
Email Mandiri Investasi – [email protected]
Mandiri Investasi – mandiri-investasi.co.id
DISCLAIMER
Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana
Written by




Tinggalkan Balasan