Ekonomi global mulai membaik di tengah risiko geopolitik. Kesepakatan dagang AS–Tiongkok dan diplomasi Timur Tengah dorong stabilitas pasar.
Juli 11, 2025
Monthly Macro Review : Normalizing
Juli 11, 2025
Ekonomi global mulai membaik di tengah risiko geopolitik. Kesepakatan dagang AS–Tiongkok dan diplomasi Timur Tengah dorong stabilitas pasar.
Desember 3, 2020
Buat kamu penggila drakor, udah nonton Start-Up belom nih? Start-Up adalah drama Korea yang belakangan ini lagi rame banget diomongin. Apa lagi… Salah satu karakternya: Han Ji Pyeong!
Juni 30, 2020
Kamu perlu melakukan beberapa hal biar hasil yang kamu dapetin bisa lebih maksimal. Mau tau kan apa aja langkah-langkahnya? Ikuti langkah-langkah ini!
April 18, 2019
PT Mandiri Manajemen Investasi (“Mandiri Investasi”) mengadakan sosialisasi untuk produk terbaru dan inovatif bersama dengan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. yaitu Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur (KIK DINFRA) pada 26 Februari 2019 di Hotel Le Meriden, Jakarta. KIK DINFRA akan diluncurkan untuk solusi investasi dan alternative pembiayaan pembangunan infrastruktur Indonesia. Mandiri Investasi bertindak sebagai Manajer Investasi didukung oleh PT Mandiri Sekuritas sebagai arranger dan PT Bank Maybank Indonesia Tbk sebagai Bank Kustodian.
Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA) adalah wadah berbentuk kontrak investasi kolektif yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya sebagian besar diinvestasikan pada aset infrastruktur dalam bentuk utang dan/atau ekuitas oleh Manajer Investasi, dan dapat ditawarkan melalui penawaran umum maupun penawaran tebatas. Sehingga keunggulan KIK-DINFRA dibanding produk investasi lainnya antara lain KIK-DINFRA memberikan solusi alternatif bagi investor untuk berinvestasi pada aset infrastruktur secara langsung atau tidak langsung melalui kepemilikan saham pada Perusahaan Pemilik Infrastruktur. Tidak hanya itu, KIK-DINFRA juga memberikan manfaat tambahan dalam diversifikasi portofolio pada aset infrastruktur yang belum atau sedang dalam proses pembangunan (greenfield) maupun yang telah menghasilkan pendapatan (brown-field) melalui sarana alternatif investasi yang berpotensi mengurangi volatilitas portofolio.
Adapun skema yang akan digunakan adalah investor menempatkan dana pada KIK DINFRA yang dikelola oleh Manajer Investasi dalam bentuk Unit Penyertaan KIK DINFRA, dana tersebut akan digunakan oleh Manajer Investasi untuk berinvestasi pada aset infrastruktur dengan membeli saham PT Jasamarga Pandaan Tol pemilik konsesi ruas jalan tol Gempol-Pandaan sepanjang 13,61 KM melalui pengambilan bagian atas penerbitan saham baru maupun dengan pembelian kepemilikan dari Jasa Marga pada PT Jasamarga Pandaan Tol. Adapun produk ini akan dicatatkan Perdana di Bursa Efek Indonesia dalam waktu dekat.
Sosialisasi ini diharapkan memberikan pemahaman kepada para investor mengenai produk-produk alternative investasi Mandiri Investasi yang terus berinovasi untuk mendukung pembangunan infrastruktur Indonesia.
Februari 15, 2019
Hingga akhir tahun 2018, PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) berhasil mencapai Asset Under Management (AUM) Reksa Dana sebesar Rp 48,2 Triliun. Sementara untuk total dana kelolaan, termasuk Reksa Dana Penyertaan Terbatas dan Pengelolaan Dana Nasabah Individu di akhir tahun 2018 Mandiri Investasi mencatatkan total dana kelolaan sebesar Rp 53,4 Triliun.
Dengan pencapaian AUM Reksa Dana sebesar Rp 48,2 Triliun tersebut (termasuk KIK EBA dan RDPT), market share Mandiri Investasi di Industri Reksa Dana mencapai 9,1% dan berhasil menjaga posisi no. 1 di peringkat AUM Industri Reksa Dana nasional (sumber: Infovesta).
Dari sisi komposisi AUM Reksa Dana per asset class, komposisi AUM Reksa Dana Mandiri Investasi per Desember 2018 masih di dominasi oleh Reksa Dana Terproteksi dengan kontribusi AUM mencapai 34%. Diikuti oleh Reksa Dana Saham dan Reksa Dana Pendapatan Tetap yang masing-masing berkontribusi sebesar 18% dan 14%.
Di tahun 2018 Mandiri Investasi juga telah meluncurkan beragam Investasi Alternatif yaitu Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) Mandiri GIAA01 dengan nilai total Rp 2 Triliun, yang merupakan instrumen sekuritisasi aset keuangan pertama di Indonesia yang menjadikan hak pendapatan atas penjualan tiket pesawat dengan rute Jeddah dan Madinah sebagai underlying. Selain itu, Mandiri Investasi juga menerbitkan Reksa Dana Pendapatan Tetap Mandiri Infrastruktur Ekuitas (RDPT MIET) dengan nilai total Rp 1,97 Triliun untuk pembiayaan infrastruktur jalan tol Trans Jawa.
Tidak hanya hal diatas, Mandiri Investasi juga melakukan terobosan dengan menyediakan akses investasi ke offshore market yang dilakukan melalui kerjasama dengan Aset Manajemen dan Private Bank Global yaitu Lombard Odier.
Rencana Tahun 2019
Di tahun 2019, Mandiri Investasi melihat bahwa tahun ini merupakan tahun yang penuh optimisme. Rilisnya data pertumbuhan PDB Indonesia menunjukkan bahwa perekonomian domestik mengalami akselerasi dari tingkat 5.07% yoy pada tahun 2017 menjadi 5.17% yoy pada tahun 2018. Terjaganya daya beli konsumen di tengah meredanya tekanan eksternal akan menjadi faktor pendukung bagi pertumbuhan ekonomi domestik, khususnya pada kuartal pertama tahun ini. Di sisi lain, stabilnya perekonomian negara berkembang dan kebijakan Bank Sentral AS yang diharapkan lebih akomodatif di tahun ini akan memberikan sentimen positif bagi kelas aset negara berkembang.
Hal ini merupakan momentum bagi Mandiri Investasi untuk terus meningkatkan kinerja produk-produk Reksa Dana. Dengan kondisi pasar modal yang diharapkan lebih bergairah di tahun ini, asset class yang dapat menjadi pilihan investor untuk berinvestasi antara lain adalah Reksa Dana Saham dan Reksa Dana Pendapatan Tetap. Adapun produk Mandiri Investasi yang menjadi unggulan di Reksa Dana Saham adalah Reksa Dana Mandiri Investa Equity ASEAN5 Plus (ASEAN5+) dan Reksa Dana Mandiri Investa Equity Dynamo Factor (DYNAMO). Sedangkan untuk Reksa Dana Pendapatan Tetap adalah Reksa Dana Mandiri Investa Dana Utama (MIDU). Sebagai jawaban kami kepada minat investor terhadap produk investasi alternatif, Perseroan berencana akan menerbitkan beberapa produk alternatif lainnya di tahun 2019 seperti KIK-DINFRA dan KIK-EBA lainnya.
Mandiri Investasi berkomitmen untuk tumbuh lebih baik dan terus mengembangkan kapabilitas, sesuai visi Mandiri Investasi untuk menjadi “The Most Innovative and Leading Asset Management Company in Indonesia”. Mandiri Investasi senantiasa memberikan solusi investasi dengan produk yang inovatif disertai hasil yang optimal untuk memenuhi kebutuhan para Investor.
Januari 2, 2019
PT Mandiri Manajemen Investasi (“Mandiri Investasi”) meraih predikat Trusted Company berdasarkan Corporate Governance Perception Index (“CGPI”) 2017 yang diadakan oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) bekerjasama dengan Majalah SWA. Penghargaan ini diterima oleh Direktur Mandiri Investasi, Ferry Indra Zen di Ballroom Hotel Shangri La Jakarta hari Rabu, 19 Desember 2018.
Penilaian penghargaan ini diikuti oleh peserta yang terdiri dari perusahaan BUMN/BUMD, perusahaan terbuka/emiten dan perusahaan swasta. Penilaian didasarkan pada 3 (tiga) aspek yakni Struktur Governance, Proses Governance dan Hasil Governance dengan masing-masing indikator penilaian sebanyak 4 (empat), 12 (dua belas) dan 2 (dua) indikator. Adapun tema yang diangkat untuk tahun 2017 adalah Transformasi Model Bisnis Dalam Kerangka GCG.
Dalam Penilaian tersebut, nilai Mandiri Investasi berhasil naik 2.69 poin dari 74.92 untuk CGPI tahun 2016 menjadi 77.61 untuk CGPI tahun 2017. Penilaian yang diperoleh Mandiri Investasi diatas rerata penilaian kelompok perusahaan sektor Keuangan Non Perbankan (BUMN/BUMD dan Swasta) dengan rerata nilai 77.41 (sumber : Laporan Program Riset dan Pemeringkatan CGPI 2017 : The Indonesian Institute for Corporate Governance).
Mandiri Investasi selalu berkomitmen dan konsisten untuk menjadi Manajer Investasi terdepan dalam menyediakan solusi investasi berkualitas yang memprioritaskan kepentingan dan kebutuhan investor, dengan Tata Kelola Perusahan yang baik.
Desember 12, 2018
Apapun pekerjaanmu tentu tak lepas dari kesenangan maupun kesulitan, sekalipun kamu sangat mencintai apa yang kamu lakukan selama ini. Namun beda halnya apabila kamu sebenarnya tidak suka atau bahkan tak nyaman dengan kantormu sekarang. Menanggapi hal tersebut, beberapa orang bisa saja menyarankan segera pindah agar tak membuang tenaga dan waktu. Tapi apakah benar resign adalah satu-satunya cara terlepas dari beban tuntutan pekerjaan? Coba pikir dulu dengan menimbang alasan berikut:
Gaji
Alasan terbesar seorang karyawan bertahan dalam lingkungan tak kondusif adalah penghasilan. Andai memang belum ada perusahaan lain yang mampu menawarmu lebih tinggi dari yang sekarang, hendaknya memang kamu harus bertahan sementara waktu. Kecuali dana tabungan investasi Reksa Dana kamu cukup untuk membayar bulanan atau tagihan lainnya, barulah kamu bisa istirahat sejenak sambil mencari kesempatan baru.
Pasar kerja
Persaingan kerja sekarang cukup ketat. Banyak lulusan baru berbekal kemampuan terkini yang dapat menggesermu dari kompetisi industri. Sebelum memutuskan pindah, baiknya kamu meningkatkan kapasitas diri misalnya dengan terus belajar dan mengikuti perkembangan pekerjaan yang sedang digeluti, terbuka terhadap isu sekitar yang membantu meningkatkan kepekaan berpikir strategis. Karena bila hanya sekedar cepat pindah tanpa nilai jual, takutnya kamu malah berstatus pengangguran.
Tanggung jawab kerja
Pastikan kamu tidak pindah hanya karena ketidakcocokan terhadap atasan saat beban kerja banyak sebab kamu punya pertanggungjawaban moral yang menyangkut keberlangsungan hidup orang banyak. Selain itu apabila menyerah di tengah jalan, kamu bisa dianggap berperilaku jelek yang akan mempengaruhi surat rekomendasi kerja ketika kamu benar-benar akan keluar. Mendingan selesaikan dulu lalu pamitlah sebagai orang yang berintegritas.
Potensi berkembang
Selain poin ketiga diatas, yakinkan dirimu bahwa keinginanmu pindah bukan atas dasar kebosanan semata. Jenuh itu wajar kok, namun keputusan pindah kerja bukanlah sesuatu yang patut dipertimbangkan. Jika mengalami perasaan seperti itu, mungkin kamu hanya perlu mengambil jatah cuti supaya pikiranmu segar kembali. Bertahanlah selama mungkin, gali ilmu, luaskanpengalaman sebab disitulah potensimu kelak dapat berkembang.
Kalian yang memang sudah sangat berkeinginan pindah kerja di tahun depan, jangan hanya sekedar melihat nominal gaji saja, tapi pikirkan gambaran peningkatan pembagian anggarannya baik dari sisi investasi, kebutuhan, dana darurat hingga simpanan masa tua, barulah kamu mengalokasi sisanya untuk bersenang-senang. Jangan terbalik yah.
Desember 10, 2018
PT Mandiri Manajemen Investasi (“Mandiri Investasi”) meraih Manajer Investasi Terbaik dari IDX Appreciation 2018 pada acara CEO Networking 2018 yang diadakan oleh Bursa Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia, dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia. IDX Appreciation 2018 merupakan acara penganugerahan dan pemberian apresiasi kepada Perusahaan Tercatat, Anggota Bursa, dan Manajer Investasi terbaik di Indonesia.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan PT Bursa Efek Indonesia, Kristian S. Manullang kepada Direktur Utama Mandiri Investasi, Alvin Pattisahusiwa dalam penganugerahan IDX Appreciation 2018 pada acara CEO Networking 2018 di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta pada hari Senin, 3 Desember 2018. Mandiri Investasi mendapatkan penghargaan ini untuk pertama kalinya dan berhasil meraih kategori Manajer Investasi Terbaik.
Mandiri Investasi selalu berkomitmen untuk meningkatkan industri pasar modal dalam memenuhi kebutuhan investasi para investor melalui pengembangan produk serta solusi investasi yang inovatif dalam pembangunan negeri.
November 23, 2018
PT Mandiri Manajemen Investasi (“Mandiri Investasi”) meraih peringkat II penghargaan Top Investment House Indonesia kategori Asian Local Currency Bond Benchmark Review 2018 dari Asset Benchmark Research. Asset Benchmark Research merupakan perusahaan riset yang merupakan bagian dari The Asset, perusahaan publikasi finansial terkemuka di Asia yang berbasis di Hong Kong.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Pemimpin Redaksi The Asset, Daniel Yu, dalam malam penganugerahan The Asset Benchmark Research Awards di Four Seasons Hotel, Singapura pada hari Selasa, 20 November 2018. Mandiri Investasi mendapatkan penghargaan ini untuk pertama kalinya dan langsung berhasil mendapatkan peringkat II atas pengelolaan portofolio investasi, khususnya pengelolaan portofolio investasi pendapatan tetap.
November 1, 2018
Sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap pendidikan dan financial literacy, PT Mandiri Manajemen Investasi (“MMI”) hari ini mengadakan seremoni penandatanganan kerjasama CSR dengan tema “Selagi Muda” dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (“YCAB”). Acara ini dilakukan di Rumah Belajar YCAB Duri Kepa, Jakarta Barat.
Seremoni penandatanganan dilakukan oleh Bpk. Alvin Pattisahusiwa, Direktur Utama MMI dengan Bpk. Mario Montino, Chief Operating Officer YCAB Foundation. YCAB adalah sebuah Yayasan yang berfokus di bidang pengembangan anak pra-sejahtera dan juga memberdayakan anak-anak tersebut untuk menjadi mandiri melalui penyediaan edukasi, bantuan ekonomi, dan penciptaan kesejahteraan demi masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.
Komitmen akan kegiatan CSR ini menjadi salah satu bukti keseriusan MMI dalam membangun negeri. MMI sadar sepenuhnya bahwa komitmen di bidang pendidikan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. MMI juga berkomitmen bahwa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, diperlukan financial literacy yang akan bekal untuk menjadi lebih sejahtera dapat memenuhi tujuan-tujuan keuangan, dan siap dari sisi financial agar dapat menjadi insan yang Mandiri.
Oktober 19, 2018
PT Mandiri Manajemen Investasi (“MMI”) kembali meluncurkan produk inovatif di sektor pasar modal Indonesia, dimana kali ini MMI memperkenalkan sebuah investasi alternatif yaitu KIK-DINFRA dan RDPT guna memenuhi solusi investasi dan alternatif pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur Indonesia. Selain merupakan Manajer Investasi pengelola Reksa Dana terbesar di Indonesia, MMI adalah Manajer Investasi inovatif dan merupakan pioneer pada produk investasi alternatif seperti KIK EBA, RDPT, kemudian yang terakhir yang kami luncurkan bertepatan dengan perhelatan IMF-Bank Dunia di Bali yaitu KIK-DINFRA. Dengan adanya produk alternatif ini, MMI melakukan diversifikasi sekaligus juga diferensiasi dengan perusahaan manajer investasi yang lain di Indonesia.
Produk KIK-DINFRA MJPT001 akan berinvestasi pada asset infrastruktur dari PT Jasamarga Pandaan Tol yang merupakan anak usaha dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk (“JSMR”) dengan target nilai total investasi sebesar-besarnya Rp 1,5 Triliun. Keunggulan KIK-DINFRA dibanding produk investasi lainnya antara lain KIK-DINFRA memiliki fleksibilitas didalam pengelolaannya, dimana manajer investasi dapat menempatkan dana investasi KIK-DINFRA pada efek bersifat ekuitas, efek bersifat utang, maupun proyek infrastruktur fisik secara sekaligus. Selanjutnya, KIK-DINFRA juga dapat menjawab kebutuhan investor yang ingin melakukan diversifikasi investasi diluar efek – efek yang diperdagangkan di bursa seperti saham perusahaan publik dan obligasi. Dan yang terakhir KIK-DINFRA dapat ditawarkan melalui penawaran umum sehingga dapat menjangkau investor yang lebih luas.
Selain KIK-DINFRA MJPT001, MMI bersama JSMR juga sebelumnya telah menerbitkan RDPT MIET pada bulan Juli 2018. Target total nilai investasi RDPT MIET adalah sebesar Rp 3 Triliun. Penerbitan RDPT MIET sangat disambut secara positif oleh investor-investor baik investor lokal maupun investor asing dalam acara Forum Investasi Indonesia 2018 di Bali. Investor lokal yang mendukung sektor infrastruktur Indonesia melalui RDPT MIET ini adalah Taspen, ASABRI, Jasa Raharja, Indonesia Infrastructure Finance, dan WanaArtha Life. Selain itu, investor asing yang turut hadir pada kesempatan ini seperti Allianz dan AIA juga memberikan komitmen kerjasama pembiayaan proyek infrastruktur melalui Investasi RDPT MIET ini.
Sebelumnya, MMI juga telah menerbitkan produk-produk alternatif seperti RDPT Mandiri Infrastruktur Ekuitas yang berinvestasi pada energi terbarukan, Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset dengan JSMR (KIK-EBA Mandiri JSMR01) di tahun 2017 yang mendapatkan minat hingga mencapai Rp 5,1 triliun atau 2,7 kali kelebihan permintaan dari total nilai penerbitan. Pada Juli 2018, MMI bersama dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. berhasil meluncurkan produk KIK EBA Mandiri GIAA01 dengan nilai total sebesar Rp 2 triliun yang terbagi menjadi 2 kelas, yaitu kelas A dan kelas B.
Sampai dengan September 2018, Asset Under Management (“AUM”) Reksa Dana MMI termasuk KIK EBA dan RDPT mencapai lebih dari Rp 49 Triliun, sehingga MMI berhasil mempertahankan posisi no. 1 di peringkat AUM Industri Reksa Dana Nasional.
MMI selalu berkomitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia melalui skema pendanaan alternatif bagi emiten/korporasi, sekaligus membantu investor dalam memenuhi kebutuhan investasi melalui pengembangan produk dan solusi investasi yang inovatif.
Juli 31, 2018
PT Mandiri Manajemen Investasi bersama dengan PT Garuda Indonesia berhasil meluncurkan produk Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) Mandiri GIAA01 dengan nilai total sebesar Rp 2 Triliun yang terbagi menjadi 2 kelas, yaitu kelas A dan kelas B.
KIK EBA Mandiri GIAA01 kelas A dilakukan melalui penawaran umum kepada investor strategis dan dilakukan pencatatan perdana instrumen EBA Mandiri GIAA01 Kelas A di Bursa Efek Indonesia (BEI) dilakukan pada pembukaan bursa hari ini, 31 Juli 2018. KIK EBA Mandiri GIAA01 yang akan dicatatkan di bursa ini adalah EBA ‘Kelas A’, mendapat rating AA+ dari Pefindo dengan imbal hasil sebesar 9,75% pa dan tenor 5 tahun (tanggal jatuh tempo 27 Juli 2023) dengan nilai mencapai Rp 1,8 Triliun dimana nilai pokok ini akan menurun proporsional setiap tahun sementara untuk kelas B dilakukan melalui penawaran terbatas dengan nilai Rp 200 Miliar untuk tenor sejenis dan tingkat imbal hasil yang tidak tetap.
KIK EBA Mandiri GIAA01 ini merupakan instrumen sekuritisasi aset keuangan yang pertama di Indonesia yang menjadikan hak pendapatan atas penjualan tiket pesawat sebagai underlying, yang dalam hal ini adalah hak pendapatan atas hasil dari penjualan tiket pesawat Garuda dengan rute Jeddah dan Madinah.
April 26, 2018
Yogyakarta, 20 April 2018 – Masa depan generasi muda dihadapkan pada ancaman nyata yaitu inflasi. Kenaikan harga yang terjadi secara terus menerus akan menggerus nilai uang. Tanpa investasi uang yang dimiliki generasi milenial ini akan kalah dengan inflasi.
“Tahun ini biaya hidup dalam sebulan berkisar antara lima juta rupiah, dengan inflasi 11-12% per tahun menurut perhitungan kami biaya hidup 25 tahun lagi akan menjadi 85 juta rupiah,” ujar pakar perencana keuangan, Annisa Sagita, ST. RFC, pada Diskusi ‘Sehat Finansial di Era Digital’ yang diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada bersama PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) pada Jumat (20/4) di Digilib Café, Fisipol UGM.
Pada kesempatan tersebut, mahasiswa UGM diberi pengetahuan pengelolaan keuangan dengan investasi. Annisa menuturkan kemampuan mengelola keuangan tidak sebanding dengan besarnya penghasilan, semakin besar penghasilan tidak berarti semakin baik pengelolaannya.
Annisa mengajak mahasiswa untuk berinvestasi sedini mungkin. Untuk dapat berinvestasi ia mengimbau mahasiswa untuk sehat secara finansial agar terlindungi dari risiko keuangan dan tujuan keuangan tercapai. Sehat keuangan dapat dicirikan dengan tidak adanya utang konsumtif atau utang sesuai aturan, aliran keuangan setiap bulan lancar dan bisa menabung. Investasi dapat digunakan untuk rencana sekolah, dana pensiun, dan atau perencanaan besar lainnya.
Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi, Alvin Pattisahusiwa, mengatakan investasi terbaik dilakukan saat muda. Ia menuturkan ada tiga fase usia krusial yang akan menentukan hidup seseorang.
Usia 25 adalah rata-rata orang mulai bekerja dan mendapat penghasilan, pada saat inilah tujuan keuangan harus mulai direncanakan. Fase kedua adalah 55 tahun yaitu usia pensiun, dan fase terakhir 85 tahun yang merupakan usia hidup rata-rata.
“Pada usia produktif 25-55 tahun ini adalah saat mengumpulkan kekayaan dan berinvestasi, sehingga memasuki usia 55 kita dapat pensiun dengan tenang. Tetapi jika usia 40-45 baru memikirkan investasi, itu sangat terlambat,” ujar Alvin.
Ia pun menuturkan saat ini berinvestasi bisa dilakukan lebih mudah dan sangat terjangkau. “Kalau dulu harus punya modal besar untuk bisa investasi, sekarang dengan uang sepuluh ribu sudah bisa untuk beli saham. Kemajuan teknologi juga turut memudahkan cara berinvestasi, saat ini semua sudah serba digital,” paparnya.
Dalam diskusi tersebut dikenalkan terobosan baru investasi berbasis aplikasi, yaitu Moinves dari MMI yang sesuai dengan gaya anak muda saat ini. Nasabah dapat melakukan transaksi reksa dana secara online melalui aplikasi tersebut. Salah satu produk yang ditawarkan dalam Moinves adalah Mandiri Investa Cerdas Bangsa yang juga Endowment Fund UGM. (Humas UGM/Linda)
source : https://ugm.ac.id/id/berita/16060-mahasiswa.harus.berinvestasi.sejak.dini
Februari 8, 2018
Buat kamu enterpreneur muda Indonesia yang ada di Jakarta, dateng ya ke acara IDE & ENTERPRENEURS ANNUAL MEETING 2018, tanggal […]
Desember 21, 2016
Salah satu tips untuk investasi pemula adalah dengan membaca buku-buku inspirasi. Berikut 3 buku rekomendasi yang bisa dibaca untuk membuat […]
Desember 21, 2016
Nggak cuma terompet dan pesta kembang api, tahun baru juga identik dengan yang namanya “resolusi”. Targetnya pun bisa macam-macam; mulai […]
Desember 21, 2016
Membuat daftar resolusi tahun baru merupakan sebuah kebiasaan yang umumnya dilakukan oleh setiap orang saat pergantian tahun. Urusan kesehatan, percintaan, […]
Desember 21, 2016
Setelah setahun kamu berinvestasi, tentu kamu bersiap memasuki tahun yang baru. Nah, salah satu strategi investasi menjelang awal tahun adalah […]
Desember 21, 2016
Nggak terasa penghujung tahun sudah semakin dekat. Baru dapat bonus akhir tahun? Hmmm… lebih baik dihabiskan untuk akhir tahun ini […]
Desember 21, 2016
Reksa dana Online marak belakangan ini, sebelum berinvestasi pada reksa dana online wajib mengetahui dasar investasi reksa dana berikut Satu […]