Ringkasan Pasar:
-
Global Equity:Kinerja kuat emiten teknologi besar mendorong reli pasar, dengan S&P500 +0,9% WoW dan mencetak rekor tertinggi baru (all-time high).
-
Domestic Equity:Pasar Indonesia mengalami koreksi signifikan akibat pelemahan tajam rupiah serta kekhawatiran makroekonomi. IHSG -2,4% WoW dan IDX80 -3,2% WoW. Investor asing mencatat net outflow sebesar Rp7 triliun WoW.
-
Domestic Bond Market: Imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun meningkat ke 6,85%. Investor asing mencatat net inflow sebesar Rp2,9 triliun WoW.
Berita Utama Pekan Ini:
-
The Fed mempertahankan suku bunga acuan sesuai ekspektasi pasar. Rapat FOMC ini menjadi yang terakhir dipimpin oleh Jerome Powell sebelum masa jabatannya berakhir pada Mei. Namun, terdapat peningkatan nada hawkish, terlihat dari tiga anggota yang menyatakan dissent terhadap panduan pelonggaran kebijakan.
-
Meskipun masa jabatannya sebagai Ketua The Fed berakhir, Jerome Powell tetap akan berada dalam dewan The Fed. Hal ini memunculkan kekhawatiran terkait potensi “shadow leadership” yang dapat menghambat pelonggaran suku bunga lebih lanjut.
-
PDB AS kuartal I 2026 secara tahunan tetap solid di 2% QoQ (konsensus: 2,3% QoQ), didukung oleh peningkatan belanja terkait AI. Tekanan harga juga meningkat dengan inflasi PCE mencapai +0,7% MoM, terutama didorong oleh kenaikan harga energi.
-
Pemerintah Indonesia meluncurkan stimulus tambahan berupa pembebasan bea impor untuk LPG dan plastik. Pemerintah juga melakukan efisiensi belanja melalui pola pengeluaran yang lebih merata serta penyesuaian program MBG, dengan potensi penghematan hingga Rp50 triliun per tahun.
- S&P Global Ratings mempertahankan outlook stabil untuk Indonesia, didukung oleh peningkatan pendapatan dari sektor sumber daya serta penurunan tax refund. Proyeksi pertumbuhan tetap di 5%, dengan asumsi USD/IDR di 16.800 dan potensi kenaikan suku bunga BI sebesar +0,5%.
Pandangan Kami:
Pekan depan, pasar akan mencermati dampak lanjutan konflik Iran terhadap Indonesia melalui rilis data neraca perdagangan dan inflasi (CPI). Selain itu, data tenaga kerja AS akan menjadi indikator penting dalam menguji mandat ganda The Fed di tengah lonjakan harga energi akibat konflik.
Dari sisi portofolio, kami tetap menerapkan strategi lindung nilai terhadap ketidakpastian geopolitik. Kami melihat peluang pada pemilihan sektor yang selektif, menghindari posisi spekulatif, serta menjaga fleksibilitas kas secara taktis untuk memanfaatkan peluang akumulasi pada saham fundamental yang oversold (bottom fishing).
Rekomendasi:
Simak pembahasan mendalam seputar pergerakan pasar pekan ini dalam laporan lengkap Weekly Market Recap: Baca Selengkapnya
| PRODUK | 3M PERFORMANCE | YTD PERFORMANCE |
|---|---|---|
| JCI | -16.48% | -19.55% |
| LQ45 | -19.70% | -20.93% |
| Saham | ||
| MITRA A | -8.96% | -11.76% |
| MICB A | -7.75% | -10.21% |
| ASEAN5 | -9.26% | -12.27% |
| MGSED | +3.99% | +8.37% |
| Indeks | ||
| FTSE ESG A | -14.18% | -16.95% |
| ETF | ||
| XMLF | -18.02% | -19.26% |
| Campuran | ||
| MISB | -2.43% | -3.22% |
| MIA | -7.78% | -7.51% |
| Pendapatan Tetap | ||
| MIDU A | -1.18% | -1.44% |
| MIDO2 | -2.04% | -2.40% |
| IDAMAN A | -1.24% | -1.46% |
| Pasar Uang | ||
| MIPU A | +0.95% | +0.82% |
| MMUSD | +0.93% | +0.82% |
*Data diatas adalah data per tanggal 4 mei 2026
Info Lebih Lanjut
Hubungi Mandiri Investasi – (021) 526 3505
Email Mandiri Investasi – [email protected]
Mandiri Investasi – mandiri-investasi.co.id
DISCLAIMER
Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana
Written by




Tinggalkan Balasan