Ringkasan Pasar:
-
Global Equity:Pasar global melanjutkan momentum penguatan yang didorong oleh hasil laporan keuangan kuartal I 2026 yang optimis dari perusahaan besar di AS. S&P500 +6,8% WoW.
-
Domestic Equity:Pasar Indonesia turut melanjutkan penguatan meskipun lebih terbatas dibandingkan pasar global. IHSG +2,4% WoW dan IDX80 +2,4% WoW. Namun, investor asing masih mencatat net outflow sebesar Rp1,1 triliun WoW.
-
Domestic Bond Market: Imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun relatif stabil di 6,58%. Investor asing mencatat net inflow sebesar Rp7,7 triliun WoW.
Berita Utama Pekan Ini:
-
Negosiasi antara AS dan Iran kembali dimulai setelah tercapainya gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Namun, ketidakpastian masih tinggi terutama terkait status Selat Hormuz.
-
Volatilitas meningkat di akhir pekan setelah Donald Trump menyatakan bahwa Selat Hormuz telah sepenuhnya dibuka pada Jumat. Pernyataan ini kemudian dibantah oleh pihak Iran.
-
Ekonomi China menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan PDB kuartal I 2026 sebesar 5% YoY (konsensus: 4,8%), meskipun ekspor melemah ke +2,5% YoY (vs konsensus +8,3% YoY).
-
Menteri Keuangan Indonesia menyampaikan bahwa S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia di BBB/Stable, didukung oleh disiplin fiskal serta kinerja penerimaan pajak dan data ekonomi awal 2026 yang solid.
- Lonjakan harga BBM mulai dirasakan di Indonesia dengan kenaikan harga RON-95 dan diesel sebesar Rp6.000–9.000 per liter, sejalan dengan tren global yang mencatat kenaikan hingga sekitar 40%.
Pandangan Kami:
Volatilitas masih menjadi tema utama seiring tingginya ketidakpastian terkait perdamaian di Iran. Pasar global akan mencermati data penjualan ritel AS untuk mengukur dampak lanjutan dari konflik, sementara domestik akan fokus pada pertemuan dan komunikasi kebijakan dari Bank Indonesia, khususnya terkait pergerakan Rupiah.
Dari sisi portofolio, kami tetap memposisikan strategi lindung nilai terhadap ketidakpastian geopolitik. Kami melihat peluang pada pemilihan sektor yang selektif, menghindari posisi spekulatif, serta menjaga fleksibilitas kas secara taktis untuk memanfaatkan peluang akumulasi pada saham fundamental yang oversold (bottom fishing).
Rekomendasi:
Simak pembahasan mendalam seputar pergerakan pasar pekan ini dalam laporan lengkap Weekly Market Recap: Baca Selengkapnya
| PRODUK | 3M PERFORMANCE | YTD PERFORMANCE |
|---|---|---|
| JCI | -15.88% | -11.71% |
| LQ45 | -14.68% | -10.36% |
| Saham | ||
| MITRA A | -11.13% | -6.94% |
| MICB A | -9.35% | -5.47% |
| ASEAN5 | -11.54% | -7.36% |
| MGSED | +4.26% | +6.54% |
| Indeks | ||
| FTSE ESG A | -13.00% | -10.67% |
| ETF | ||
| XMLF | -13.93% | -9.50% |
| Campuran | ||
| MISB | -4.61% | -0.73% |
| MIA | -4.42% | -4.14% |
| Pendapatan Tetap | ||
| MIDU A | -0.40% | -0.66% |
| MIDO2 | -0.95% | -1.31% |
| IDAMAN A | -0.69% | -0.91% |
| Pasar Uang | ||
| MIPU A | +0.88% | +0.74% |
| MMUSD | +0.83% | +0.72% |
*Data diatas adalah data per tanggal 17 April 2026
Info Lebih Lanjut
Hubungi Mandiri Investasi – (021) 526 3505
Email Mandiri Investasi – [email protected]
Mandiri Investasi – mandiri-investasi.co.id
DISCLAIMER
Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana
Written by




Tinggalkan Balasan