Weekly Market Recap 4 – 8 Mei 2026

  • icon-jam11 Mei 2026
  • icon-share
    Shares

Weekly Market Recap 4 – 8 Mei 2026

Ringkasan Pasar:

  • Global Equity: Pasar global kembali mencatat penguatan yang didorong oleh sektor teknologi berbasis AI, terutama di kawasan Asia Pasifik (+5,6% WoW) dan Nasdaq (+4,51% WoW).

  • Domestic Equity: Pasar Indonesia sempat mengalami pemulihan di awal pekan, namun ditutup relatif datar di +0,18% WoW. Investor asing mencatat net outflow sebesar Rp2,4 triliun WoW di pasar reguler.

  • Domestic Bond Market: Imbal hasil SBN tenor 10 tahun berada di 6,60%, turun dari 6,85% pada pekan sebelumnya. Investor asing mencatat net inflow sebesar Rp690 miliar WoW (6/5).

Berita Utama Pekan Ini:

  • Ketegangan antara AS dan Iran kembali meningkat meskipun proposal gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz telah disampaikan AS kepada Iran pada Rabu, 6 Mei.

  • Data ekonomi AS menunjukkan divergensi. Nonfarm payroll April meningkat menjadi 115 ribu, di atas ekspektasi, sementara tingkat pengangguran tetap stabil di 4,3%. Namun, sentimen konsumen melemah dengan indeks University of Michigan Consumer Sentiment turun ke 48,2 pada awal Mei.

  • Di saat yang sama, laba korporasi AS tetap kuat dengan sekitar 84% perusahaan S&P500 melampaui ekspektasi. Pertumbuhan laba diproyeksikan mencapai >20% YoY, didorong oleh sektor teknologi berbasis AI dan energi.

  • Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% YoY pada kuartal I 2026, didorong oleh konsumsi rumah tangga dan lonjakan belanja pemerintah sebesar 21,8%

  • Rupiah melemah ke level 17.378/USD sementara cadangan devisa turun menjadi USD146,2 miliar pada April 2026, level terendah dalam dua tahun terakhir. Kondisi ini mendorong Bank Indonesia melakukan intervensi.

  • Pemerintah Indonesia mengusulkan kenaikan tarif royalti untuk tembaga, emas, dan timah guna memanfaatkan kenaikan harga logam serta meningkatkan penerimaan negara.

 

Pandangan Kami:

Pekan depan, pasar akan mencermati respons Iran terhadap proposal AS serta pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing. Dari sisi inflasi AS, ekonom memperkirakan CPI naik +0,6% MoM. Pejabat The Fed juga mulai menunjukkan kehati-hatian terhadap penurunan suku bunga serta mengkhawatirkan potensi skenario stagflasi.

Dari sisi portofolio, kami tetap memposisikan strategi lindung nilai terhadap ketidakpastian geopolitik. Kami melihat peluang pada pemilihan sektor yang selektif, menghindari posisi spekulatif, serta menjaga fleksibilitas kas secara taktis untuk memanfaatkan peluang akumulasi pada saham fundamental yang oversold (bottom fishing).


 

Rekomendasi:

RD MISB, RD MMUSD, RD IDAMAN, RD MIDU, RD MIDSYA, RD MGSED, RD MASED, RD FTSE, ETF LQ45, ETF SRI Kehati, MICB.

Simak pembahasan mendalam seputar pergerakan pasar pekan ini dalam laporan lengkap Weekly Market RecapBaca Selengkapnya

 


 

PRODUK 3M PERFORMANCE YTD PERFORMANCE
JCI -12.17% -19.40%
LQ45 -16.97% -20.01%
Saham
MITRA A -8.68% -12.50%
MICB A -7.38% -9.30%
ASEAN5 -8.97% -13.04%
MGSED +10.16% +13.17%
Indeks
FTSE ESG A 11.55% 14.48%
ETF
XMLF -15.12% 18.07%
Campuran
MISB 3.80% 5.88%
MIA 8.43% -8.16%
Pendapatan Tetap
MIDU A -0.80% -1.06%
MIDO2 -1.41% 1.77%
IDAMAN A 0.72% -0.94%
Pasar Uang
MIPU A +0.99% +0.85%
MMUSD +0.98% +0.88%

*Data diatas adalah data per tanggal  8 mei 2026

 


Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi – (021) 526 3505
‌Email Mandiri Investasi – [email protected]
‌Mandiri Investasi – mandiri-investasi.co.id
‌‌


DISCLAIMER

‌Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana

Written by

Marketing Communication

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *