Weekly Market Recap 24 – 28 Agustus 2026

  • icon-jam31 Agustus 2026
  • icon-share
    Shares

Weekly Market Recap 24 – 28 Agustus 2026

Ringkasan Pasar:

  • Global Equity: Pasar saham global menguat tipis sepanjang pekan, dengan indeks MSCI World naik sebesar +0,33% WoW menjelang pidato Ketua The Fed pada simposium Jackson Hole.

  • Domestic Equity: IHSG turun tipis sebesar -0,12% sepanjang pekan, namun tetap bertahan di atas level 6.500, didukung oleh inflow investor asing sebesar Rp279 miliar.

  • Domestic Bond Market: Imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia (IndoGB) tenor 10 tahun dan 2 tahun masing-masing naik 5 bps WoW menjadi 7,00% dan 6,69%, di tengah outflow investor asing sebesar Rp1,59 triliun. Sementara itu, Rupiah relatif stabil.

Berita Utama Pekan Ini:

  • Inflasi PCE umum AS pada Juli tercatat sebesar +3,7% YoY, tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya, sementara PCE inti naik sebesar +3,3% YoY. Harga barang turun -0,1%, didorong oleh penurunan harga bensin dan barang terkait energi, sedangkan inflasi sektor jasa meningkat +0,3%.

  • Dalam pidatonya di Jackson Hole, Ketua The Fed Kevin Warsh menyampaikan kekhawatiran terhadap tingkat inflasi yang masih tinggi dan mengindikasikan bahwa suku bunga mungkin perlu dinaikkan apabila tekanan harga berlanjut. Di sisi lain, ia tetap menunjukkan keyakinan terhadap perekonomian AS yang didukung oleh investasi terkait AI dan konsumsi yang tetap kuat. Berdasarkan CME Group FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga pada September meningkat menjadi 55,7% setelah pidato tersebut.

  • Destry Damayanti mendapat persetujuan dari komisi DPR sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2026–2031, dengan konfirmasi final diperkirakan dalam rapat paripurna pada 1 September. Dalam proses uji kelayakan, Destry menegaskan keberlanjutan kebijakan dengan stabilitas sistem keuangan, pengendalian inflasi, dan stabilitas Rupiah tetap menjadi fondasi strategi Bank Indonesia, disertai peran yang lebih luas dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Ia juga menegaskan pentingnya koordinasi erat dengan pemerintah dengan tetap menjaga independensi Bank Indonesia.

Pandangan Kami:

Pada pekan depan, laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS akan menjadi data utama sebelum FOMC kembali menggelar pertemuan. Data yang lebih lemah dan mengonfirmasi bahwa pasokan tenaga kerja mulai mendatar dapat mempertahankan kekhawatiran terhadap inflasi upah serta memberikan dukungan data yang lebih kuat terhadap sikap hawkish Warsh.

Di dalam negeri, apabila neraca perdagangan Indonesia pada Juli kembali mencatat surplus, hal tersebut dapat membantu menopang Rupiah dari tekanan eksternal.

Pasar obligasi dan saham Indonesia relatif stabil. Untuk IndoGB, kondisi saat ini cukup mendukung. Stabilitas Rupiah yang membaik dan biaya lindung nilai valuta asing yang lebih rendah dapat mempermudah masuknya kembali investor asing, sementara berkurangnya pasokan SRBI berpotensi mengalihkan likuiditas perbankan domestik dan investor institusi ke SBN. Kedua faktor tersebut dapat memberikan tekanan turun terhadap imbal hasil.

Di pasar saham, IHSG masih diperdagangkan pada valuasi yang relatif rendah dengan posisi investor asing yang masih terbatas, sehingga membuka ruang terjadinya mean reversion. Perbaikan kondisi makroekonomi domestik berpotensi memberikan dampak yang lebih besar terhadap aliran dana maupun kinerja indeks.

RD MISB, RD MMUSD, RD IDAMAN, RD MIDU, RD MIDSYA, RD MGSED, RD MASED, MICB, MITRA, MITRAS, RD FTSE, ETF LQ45, ETF SRI Kehati, ETF Mandiri Emas Syariah. 

Simak pembahasan mendalam seputar pergerakan pasar pekan ini dalam laporan lengkap Weekly Market RecapBaca Selengkapnya

 


 

PRODUK 3M PERFORMANCE YTD PERFORMANCE
JCI +7.07% -24.53%
LQ45 +4.57% -23.86%
Saham
MITRA A +5.84% -14.84%
MICB A +5.65% -14.63%
ASEAN5 +3.54% -17.28%
MGSED -2.16% +11.70%
Index
FTSE ESG A  +3.90% -16.45%
ETF
XMLF +5.75% -20.27%
Campuran
MISB -7.44% -7.92%
MIA -10.44% -10.18%
Pendapatan Tetap
MIDU A -0.20% -0.46%
MIDO2 -1.63% -1.99%
IDAMAN A -3.14% -3.35%
Pasar Uang
MIPU A +1.83% +1.70%
MMUSD +1.73% +1.63%

*Data diatas adalah data per tanggal  21 Agustus 2026

 


Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi – (021) 526 3505
‌Email Mandiri Investasi – [email protected]
‌Mandiri Investasi – mandiri-investasi.co.id
‌‌


DISCLAIMER

‌Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana

Written by

Ikhlas Ikhlas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *