Weekly Market Recap 3 – 7 Agustus 2026

  • icon-jam10 Agustus 2026
  • icon-share
    Shares

Weekly Market Recap 3 – 7 Agustus 2026

Ringkasan Pasar:

  • Global Equity: Pasar saham global menguat sepanjang pekan, didukung oleh harapan terhadap perkembangan diplomasi AS–Iran, musim laporan keuangan yang solid, kembali menguatnya saham terkait AI, serta data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah sehingga menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

  • Domestic Equity: IHSG menguat sebesar +2,78% WoW, didukung oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia dan inflasi Juli yang lebih baik dari ekspektasi. Investor asing mencatat inflow sebesar Rp695 miliar sepanjang pekan.

  • Domestic Bond Market: Imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia (IndoGB) tenor 10 tahun turun 5 bps menjadi 7,284%, sementara imbal hasil UST tenor 10 tahun bergerak lebih volatil namun mengakhiri pekan lebih rendah di level 4,647%. Rupiah menguat ke level 17.897 per dolar AS, sejalan dengan penguatan mata uang negara berkembang di tengah pelemahan dolar AS. Risiko kredit juga membaik, tercermin dari CDS Indonesia tenor 5 tahun yang turun menjadi 90,38 dari 93,60.

Berita Utama Pekan Ini:

  • Data nonfarm payrolls AS pada Juli secara tidak terduga turun 23.000, dibandingkan konsensus yang memperkirakan kenaikan 83.000. Tingkat pengangguran turun menjadi 4,1% dari konsensus 4,2%, seiring menurunnya tingkat partisipasi angkatan kerja.

  • Indeks PMI Manufaktur ISM AS naik menjadi 55,6 pada Juli dari 53,3, level tertinggi sejak Mei 2022, yang menunjukkan berlanjutnya ekspansi sektor manufaktur. Sebaliknya, PMI manufaktur swasta Tiongkok turun menjadi 50,9 dari 51,7, terendah dalam empat bulan, sementara survei resmi turun ke zona kontraksi untuk pertama kalinya sejak Februari.

  • Harga emas melonjak +7,2% sepanjang pekan, didorong oleh kombinasi harapan meredanya ketegangan geopolitik, technical breakout, data tenaga kerja AS yang lebih lemah, serta permintaan struktural dari bank sentral dan ETF. PBOC melanjutkan pembelian emas selama 21 bulan berturut-turut dengan menambah 20 ton cadangan emas pada Juli, penambahan bulanan terbesar sejak Oktober 2023.

  • Ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,29% YoY pada kuartal II, melampaui konsensus 5,14%, namun melambat dari 5,60% YoY pada kuartal I. Perlambatan dipengaruhi oleh efek basis tinggi konsumsi saat Lebaran serta percepatan implementasi efisiensi anggaran pada awal tahun. Di sisi lain, investasi meningkat menjadi 6,87% YoY dari 5,96% YoY pada kuartal I, menunjukkan momentum ekonomi yang masih terjaga.

  • Defisit neraca perdagangan Indonesia pada Juni menyempit menjadi USD450 juta dari USD1,61 miliar pada Mei, seiring pertumbuhan ekspor sebesar +8,84% YoY yang melampaui pertumbuhan impor.

  • Inflasi Indonesia pada Juli 2026 tercatat sebesar 2,88% YoY, masih berada dalam kisaran target Bank Indonesia. Penurunan harga bawang merah dan cabai mendorong deflasi pangan, sejalan dengan musim panen kedua pada Juli–September. Inflasi pangan melambat ke level terendah dalam enam bulan menjadi 2,97% dari 4,67% pada Juni, sementara inflasi inti tetap stabil di 2,76% YoY.

Pandangan Kami:

Fokus pasar pada pekan depan akan tertuju pada data inflasi AS Juli, yang diperkirakan menjadi indikator utama dalam memperjelas ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September. Ekspektasi tersebut masih berfluktuasi dan mengalami penyesuaian cepat setelah data ketenagakerjaan AS pada pekan lalu.

Di dalam negeri, Presiden Prabowo dijadwalkan menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan MPR dan DPR pada Jumat, 14 Agustus 2026, yang akan dilanjutkan dengan penyampaian rancangan RAPBN 2027.

Dengan valuasi IHSG yang masih relatif rendah, kami tetap melihat penciptaan alpha terutama berasal dari alokasi sektor yang disiplin dan memandang kualitas laba kuartal II 2026 sebagai pembeda utama memasuki semester II 2026.

Di pasar pendapatan tetap, kami mempertahankan strategi carry taktis pada tenor 2–5 tahun dan menjaga durasi tetap defensif. Penambahan durasi hanya akan dilakukan setelah terdapat konfirmasi stabilisasi rupiah dan berlanjutnya deeskalasi harga minyak. Proses suksesi Gubernur Bank Indonesia tetap menjadi faktor utama yang dapat memengaruhi pasar saham maupun obligasi.

Rekomendasi:

RD MISB, RD MMUSD, RD IDAMAN, RD MIDU, RD MIDSYA, RD MGSED, RD MASED, RD FTSE, ETF LQ45, ETF SRI Kehati, MICB, MITRAS. 

Simak pembahasan mendalam seputar pergerakan pasar pekan ini dalam laporan lengkap Weekly Market RecapBaca Selengkapnya

 


 

PRODUK 3M PERFORMANCE YTD PERFORMANCE
JCI -10.66% -25.87%
LQ45 -7.71% -24.37%
Saham
MITRA A -6.81% -15.29%
MICB A -7.81% -14.89%
ASEAN5 -8.80% -17.61%
MGSED -0.56% +12.54%
Index
FTSE ESG A  -4.52% -16.75%
ETF
XMLF -5.58% -20.76%
Campuran
MISB -7.10% -9.42%
MIA -11.28% -11.02%
Pendapatan Tetap
MIDU A -1.45% -1.70%
MIDO2 -3.13% -3.49%
IDAMAN A -3.38% -3.60%
Pasar Uang
MIPU A +1.59% +1.45%
MMUSD +1.63% +1.52%

*Data diatas adalah data per tanggal  7 Agustus 2026

 


Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi – (021) 526 3505
‌Email Mandiri Investasi – [email protected]
‌Mandiri Investasi – mandiri-investasi.co.id
‌‌


DISCLAIMER

‌Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana

Written by

Ikhlas Ikhlas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *