Weekly Market Recap 10 – 14 Agustus 2026

  • icon-jam18 Agustus 2026
  • icon-share
    Shares

Weekly Market Recap 10 – 14 Agustus 2026

Ringkasan Pasar:

  • Global Equity: Pasar saham global mayoritas menguat, dipimpin oleh KOSPI (+11,5%) dan Nikkei (+4,74%), seiring investor kembali beralih ke saham terkait AI dan semikonduktor setelah aksi jual pada Juli.

  • Domestic Equity: IHSG turun tipis sebesar -0,12% sepanjang pekan, seiring investor tetap berhati-hati di tengah tinjauan MSCI Agustus, pidato tahunan Presiden Prabowo Subianto, serta penyampaian RAPBN 2027.

  • Domestic Bond Market: Imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia (IndoGB) tenor 10 tahun turun 10 bps menjadi 7,18%, didukung oleh permintaan domestik. Kepemilikan perbankan meningkat sebesar Rp98 triliun WoW sehingga porsinya mencapai 16,8% dari total IndoGB yang beredar. Sementara itu, investor asing mencatat net outflow sebesar Rp1,8 triliun WoW berdasarkan data per 13 Agustus.

Berita Utama Pekan Ini:

  • Inflasi AS kembali melandai pada Juli, dengan inflasi umum naik 3,4% YoY dan inflasi inti sebesar 2,5% YoY, masing-masing 10 bps lebih rendah dibandingkan Juni. Penjualan ritel Juli dilaporkan turun 0,6% MoM, mengindikasikan momentum konsumsi yang lebih lemah.

  • Pemerintah AS melelang UST tenor 30 tahun senilai USD25 miliar dengan imbal hasil 5,216%, menjadi level tertinggi untuk tenor tersebut sejak 2001 di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap pelebaran defisit.

  • Perundingan terkait Selat Hormuz mengalami kebuntuan, sementara serangan terhadap kapal tanker masih berlanjut sehingga mendorong harga minyak Brent kembali mendekati USD88 per barel.

  • Inflasi Tiongkok melandai menjadi 0,5% YoY, sementara PPI tetap berada di level 3,5% YoY, mencerminkan permintaan domestik yang masih lemah.

  • Presiden Prabowo Subianto mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia. Hal ini dipandang mendukung keberlanjutan kebijakan moneter, meskipun proses penunjukan masih menjadi salah satu risiko kebijakan.

  • Dalam tinjauan MSCI Agustus, dua saham, yaitu GOTO dan CPIN, dikeluarkan dari Global Standard Index, sementara sembilan saham dikeluarkan dari indeks small caps.

  • Presiden Prabowo mengusulkan RAPBN 2027 dengan belanja negara sebesar Rp4.097,2 triliun dan pendapatan negara sebesar Rp3.426 triliun, yang mengimplikasikan defisit fiskal sebesar 2,4% terhadap PDB. RAPBN tersebut menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6% dan inflasi sebesar 2,5%.

Pandangan Kami:

Risiko geopolitik diperkirakan masih menjadi salah satu penggerak utama pasar pada semester II 2026. Dalam skenario dasar kami, harga minyak diperkirakan tetap berada pada level yang tinggi, namun di bawah puncaknya pada semester I. Kondisi tersebut diperkirakan dapat membatasi tekanan inflasi dan secara bertahap mendukung perbaikan sentimen risiko global.

Agenda makro utama pada pekan depan mencakup data PMI manufaktur global, keputusan suku bunga Bank Indonesia, serta data neraca pembayaran Indonesia.

Dengan valuasi IHSG yang masih relatif rendah, kami tetap melihat penciptaan alpha terutama berasal dari alokasi sektor yang disiplin dan memandang kualitas laba kuartal II 2026 sebagai pembeda utama memasuki semester II 2026.

Di pasar pendapatan tetap, kami mempertahankan strategi carry taktis pada tenor 2–5 tahun dan menjaga durasi tetap defensif. Penambahan durasi hanya akan dilakukan setelah terdapat konfirmasi stabilisasi rupiah dan meredanya tekanan harga minyak.

Risiko domestik utama mencakup ketidakpastian kebijakan, transisi kepemimpinan Bank Indonesia, serta isu terkait MSCI mengenai aksesibilitas pasar, likuiditas, kepemilikan asing, dan kelayakan indeks, yang dapat memengaruhi aliran dana asing.

Rekomendasi:

RD MISB, RD MMUSD, RD IDAMAN, RD MIDU, RD MIDSYA, RD MGSED, RD MASED, MICB, MITRA, MITRAS, RD FTSE, ETF LQ45, ETF SRI Kehati, ETF Mandiri Emas Syariah. 

Simak pembahasan mendalam seputar pergerakan pasar pekan ini dalam laporan lengkap Weekly Market RecapBaca Selengkapnya

 


 

PRODUK 3M PERFORMANCE YTD PERFORMANCE
JCI -4.78% -25.96%
LQ45 -3.89% -25.31%
Saham
MITRA A -3.70% -16.49%
MICB A -4.46% -16.07%
ASEAN5 -5.64% -18.71%
MGSED -2.00% +13.10%
Index
FTSE ESG A  -2.17% -17.86%
ETF
XMLF -2.63% -21.80%
Campuran
MISB -9.04% -9.51%
MIA -11.70% -11.45%
Pendapatan Tetap
MIDU A -0.79% -1.05% 
MIDO2 -2.37% -2.72%
IDAMAN A -3.00% -3.22%
Pasar Uang
MIPU A +1.73% +1.59%
MMUSD +1.68% +1.58%

*Data diatas adalah data per tanggal  14 Agustus 2026

 


Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi – (021) 526 3505
‌Email Mandiri Investasi – [email protected]
‌Mandiri Investasi – mandiri-investasi.co.id
‌‌


DISCLAIMER

‌Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana

Written by

Ikhlas Ikhlas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *