Weekly Market Recap 20 – 24 Juli 2026

  • icon-jam27 Juli 2026
  • icon-share
    Shares

Weekly Market Recap 20 – 24 Juli 2026

Ringkasan Pasar:

  • Global Equity: Pasar saham global bergerak bervariasi setelah aksi jual saham teknologi yang dipicu sektor AI menekan indeks saham di AS. Investor mulai mempertanyakan sejauh mana belanja investasi (capex) yang agresif dapat menghasilkan profitabilitas, setelah Alphabet membukukan free cash flow negatif untuk pertama kalinya. Pasar saham Eropa mencatat kinerja lebih baik, sementara pasar Asia bergerak bervariasi, sehingga indeks MSCI World hanya melemah sebesar -0,39%.

  • Domestic Equity: IHSG mengakhiri pekan yang bergejolak dengan kenaikan +0,34%, meskipun kenaikan tersebut didukung oleh jumlah saham yang terbatas, tercermin dari LQ45 yang turun -1,15% dan IDX80 yang melemah -0,52%. Aksi ambil untung pada Jumat mengurangi penguatan IHSG setelah sempat menembus level 6.400 secara intraday, yang turut diperburuk oleh meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.

  • Domestic Bond Market: Imbal hasil IndoGB tenor 10 tahun naik 9 bps WoW menjadi 7,35%, sementara imbal hasil UST tenor 10 tahun meningkat 13 bps menjadi 4,68%, seiring kenaikan harga Brent sebesar 9,9% menjadi USD96,78/barel yang kembali meningkatkan premi risiko inflasi.

Berita Utama Pekan Ini:

  • Harga minyak Brent sempat menembus USD100/barel sebelum turun kembali ke USD96,78 (+9,9% WoW) setelah muncul laporan pada Jumat mengenai upaya mediasi yang diprakarsai Pakistan dengan dukungan Tiongkok.

  • Alphabet membukukan kinerja keuangan kuartal II 2026 yang melampaui ekspektasi, namun menaikkan proyeksi belanja investasi (capex) tahun 2026 menjadi USD195–205 miliar dari sebelumnya USD180–190 miliar, sehingga kembali memunculkan kekhawatiran terhadap besarnya belanja investasi perusahaan hyperscaler.

  • Imbal hasil UST naik ke level tertinggi dalam 18 bulan, didorong oleh meningkatnya ekspektasi inflasi akibat kenaikan harga minyak serta tingginya penerbitan instrumen utang untuk mendanai belanja investasi AI.

  • Amerika Serikat memberlakukan tarif impor baru sebesar 10,0–12,5% terhadap produk dari sekitar 60 negara berdasarkan Section 301 setelah investigasi terkait praktik kerja paksa, menggantikan rezim tarif global sebelumnya.

  • ECB mempertahankan suku bunga fasilitas simpanan (deposit rate) di 2,25%, dengan Presiden ECB Christine Lagarde mengindikasikan kemungkinan kenaikan suku bunga pada September.

  • Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di 5,75% dalam RDG tanggal 21–22 Juli, berbeda dari ekspektasi mayoritas ekonom yang memperkirakan kenaikan sebesar 25 bps.

  • Pertumbuhan M2 melambat menjadi +8,7% YoY pada Juni 2026 (sebelumnya +10,8%), dipengaruhi perlambatan dana giro yang sebagian diimbangi oleh pertumbuhan deposito berjangka.

  • APBN semester I 2026 mencatat defisit sebesar Rp196,5 triliun (0,76% PDB), dengan pendapatan negara tumbuh +21,4% YoY, belanja negara meningkat +17,8%, surplus primer sebesar Rp85,1 triliun, serta realisasi pembiayaan yang telah mencapai 65,6%.

Pandangan Kami:

Pekan depan, perhatian pasar akan tertuju pada keputusan suku bunga FOMC, BoJ, dan BoE, serta laporan keuangan emiten teknologi berkapitalisasi besar dan pertemuan OPEC+, yang akan menjadi penentu dua risiko utama pasar, yaitu belanja investasi AI (AI capex) dan ketegangan geopolitik antara AS dan Iran. Kenaikan proyeksi capex Alphabet pada pekan lalu membuat isu belanja investasi AI menjadi semakin relevan, sementara laporan keuangan Microsoft, Meta, Apple, dan Amazon akan memberikan konfirmasi apakah kekhawatiran tersebut beralasan atau justru mereda.

Arah pergerakan IHSG masih dipengaruhi oleh nilai tukar, yang kini turut dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak. Di tengah valuasi yang masih relatif rendah, kami tetap melihat peluang alpha melalui alokasi sektor yang disiplin, dengan kinerja laba semester I 2026 sebagai pembeda utama. Di pasar obligasi, asumsi inflasi yang sebelumnya melandai telah berbalik arah. Harga Brent yang sempat berada di atas USD100/barel mendorong imbal hasil UST tenor 10 tahun ke level tertinggi dalam 18 bulan dan mengangkat imbal hasil IndoGB tenor 10 tahun sebesar 9 bps menjadi 7,35%. Kami tetap mempertahankan strategi carry taktis pada tenor 2–5 tahun serta menjaga durasi portofolio tetap defensif, dengan penambahan durasi hanya dilakukan apabila nilai tukar rupiah kembali stabil dan ketegangan yang mendorong kenaikan harga minyak mulai mereda.

Rekomendasi:

RD MISB, RD MMUSD, RD IDAMAN, RD MIDU, RD MIDSYA, RD MGSED, RD MASED, RD FTSE, ETF LQ45, ETF SRI Kehati, MICB, MITRAS. 

Simak pembahasan mendalam seputar pergerakan pasar pekan ini dalam laporan lengkap Weekly Market RecapBaca Selengkapnya

 


 

PRODUK 3M PERFORMANCE YTD PERFORMANCE
JCI  -13.09%  -28.34%
LQ45 -11.00% -27.38%
Saham
MITRA A -10.59% -19.15%
MICB A -11.30% -18.52%
ASEAN5 -12.23% -21.05%
MGSED +3.65% +12.65%
Index
FTSE ESG A -5.95% -19.90%
ETF
XMLF -8.53% -23.93%
Campuran
MISB -13.80% -11.65%
MIA -12.58% -13.55%
Pendapatan Tetap
MIDU A -1.62%  -1.87%
MIDO2 -3.47% -3.82%
IDAMAN A -3.87% -4.08%
Pasar Uang
MIPU A +1.44% +1.30%
MMUSD +1.54% +1.43%

*Data diatas adalah data per tanggal  24 Juli 2026

 


Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi – (021) 526 3505
‌Email Mandiri Investasi – [email protected]
‌Mandiri Investasi – mandiri-investasi.co.id
‌‌


DISCLAIMER

‌Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana

Written by

Ikhlas Ikhlas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *