Ringkasan Pasar:
-
Global Equity: Pasar saham global bergerak bervariasi. Penguatan saham AI dan semikonduktor menjelang akhir pekan mendorong kenaikan indeks saham AS, sementara KOSPI menjadi indeks dengan kinerja terburuk pekan ini, turun sebesar -7,57%, di tengah kekhawatiran terhadap investasi AI yang dinilai berlebihan dan berdampak pada saham Samsung serta SK Hynix.
-
Domestic Equity: IHSG naik sebesar +0,83% WoW. Investor asing masih mencatat net outflow sebesar Rp1,3 triliun sepanjang pekan, meskipun nilainya lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya.
-
Domestic Bond Market: Imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia (IndoGB) tenor 10 tahun naik +10 bps WoW menjadi 7,24%. Investor asing mencatat outflow sebesar Rp980 miliar (per 8 Juli).
Berita Utama Pekan Ini:
-
Kesepakatan sementara (interim agreement) antara AS dan Iran berakhir di pertengahan pekan setelah AS melancarkan serangan terhadap Iran sebagai respons atas serangan terhadap tiga kapal tanker di Selat Hormuz.
-
Indeks PMI Jasa ISM AS turun menjadi 54 pada Juni, namun masih mencatat ekspansi selama 24 bulan berturut-turut. Sementara itu, klaim pengangguran awal (initial jobless claims) turun menjadi 215 ribu, sedangkan penjualan rumah bekas melemah akibat tekanan terhadap keterjangkauan harga.
-
SK Hynix resmi melantai di Nasdaq dengan menghimpun dana sebesar USD26,5 miliar, menjadikannya pencatatan saham perusahaan asing terbesar dalam sejarah pasar modal AS. Saham perusahaan dibuka 14% di atas harga IPO.
-
S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) menempatkan Indonesia dalam daftar pemantauan (watch list) untuk potensi reklasifikasi menjadi frontier market, dengan mempertimbangkan isu transparansi kepemilikan saham.
-
Cadangan devisa Indonesia meningkat pada Juni, sementara Indeks Keyakinan Konsumen turun selama dua bulan berturut-turut ke level terendah sejak September 2025. Di sisi lain, penjualan ritel mencatat kontraksi tahunan terdalam dalam tiga tahun terakhir, meskipun penjualan mobil pada Juni meningkat sebesar +12% YoY.
- DPR memperkirakan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027 akan dipangkas menjadi Rp174 triliun dari Rp268 triliun pada 2026. Besaran anggaran final dijadwalkan akan ditetapkan pada September 2026.
Pandangan Kami:
Fokus pasar pada pekan depan akan tertuju pada rilis data inflasi AS (US CPI) serta penyampaian kesaksian perdana Ketua The Fed, Kevin Warsh, di hadapan Kongres AS. Selain itu, data pertumbuhan ekonomi Tiongkok kuartal II serta perkembangan terbaru ketegangan di Selat Hormuz akan menjadi faktor utama yang memengaruhi arah pergerakan pasar.
Di dalam negeri, masuknya Indonesia ke dalam watch list S&P DJI berpotensi mempertahankan sikap defensif investor asing. Dengan nilai tukar Rupiah yang masih berada di atas 17.900 serta indikator konsumsi yang menunjukkan pelemahan, kami memandang arah pasar dalam jangka pendek masih akan dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar dan perkembangan sentimen global.
Di sisi lain, kesenjangan yang semakin lebar antara valuasi pasar yang masih rendah dan prospek pertumbuhan laba mendukung pandangan bahwa penciptaan alpha akan tetap terutama berasal dari alokasi sektor yang disiplin dan pemilihan saham yang selektif. Di pasar pendapatan tetap, kami tetap memandang tingkat imbal hasil saat ini sebagai titik masuk yang menarik bagi investor jangka menengah hingga panjang, seiring perkiraan bahwa siklus pengetatan kebijakan Bank Indonesia mulai mendekati puncaknya di tengah pelemahan indikator permintaan domestik. Namun demikian, kembali meningkatnya ketegangan AS–Iran serta masih rapuhnya kondisi eksternal mendukung strategi akumulasi secara bertahap.
Rekomendasi:
Simak pembahasan mendalam seputar pergerakan pasar pekan ini dalam laporan lengkap Weekly Market Recap: Baca Selengkapnya
| PRODUK | 3M PERFORMANCE | YTD PERFORMANCE |
|---|---|---|
| JCI | -20.57% | -31.49% |
| LQ45 | -21.06% | -30.40% |
| Saham | ||
| MITRA A | -13.93% | -21.58% |
| MICB A | -14.48% | -20.82% |
| ASEAN5 | -14.66% | -22.56% |
| MGSED | +11.31% | +15.30% |
| Index | ||
| FTSE ESG A | -13.07% | -22.58% |
| ETF | ||
| XMLF | -18.09% | -27.02% |
| Campuran | ||
| MISB | -13.09% | -13.55% |
| MIA | -15.45% | -15.20% |
| Pendapatan Tetap | ||
| MIDU A | -1.76% | -2.01% |
| MIDO2 | -3.34% | -3.69% |
| IDAMAN A | -2.12% | -2.34% |
| Pasar Uang | ||
| MIPU A | +1.30% | +1.16% |
| MMUSD | +1.43% | +1.32% |
*Data diatas adalah data per tanggal 10 Juli 2026
Info Lebih Lanjut
Hubungi Mandiri Investasi – (021) 526 3505
Email Mandiri Investasi – [email protected]
Mandiri Investasi – mandiri-investasi.co.id
DISCLAIMER
Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana
Written by




Tinggalkan Balasan