Weekly Market Recap 13 – 17 Juli 2026

  • icon-jam20 Juli 2026
  • icon-share
    Shares

Weekly Market Recap 13 – 17 Juli 2026

Ringkasan Pasar:

  • Global Equity: Pasar saham global melemah di tengah kekhawatiran terhadap tingginya belanja investasi AI serta ketidakpastian mengenai potensi imbal hasilnya. Di sisi lain, meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran turut menekan sentimen pasar.

  • Domestic Equity: IHSG mencatat kenaikan mingguan terbesar sepanjang tahun ini, naik sebesar +4,24% WoW setelah S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia. Meski demikian, investor asing masih mencatat net sell sebesar Rp1,46 triliun di pasar.

  • Domestic Bond Market: Imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia (IndoGB) tenor 10 tahun naik tipis sebesar +2 bps WoW menjadi 7,26%, dan tetap menunjukkan ketahanan meskipun investor asing mencatat outflow sebesar Rp4,7 triliun (per 15 Juli).

Berita Utama Pekan Ini:

  • Inflasi AS pada Juni melambat menjadi 3,5% YoY dari 4,2% YoY, sementara inflasi inti (core CPI) turun menjadi 2,6% YoY. Keduanya berada di bawah konsensus pasar, didukung oleh penurunan harga energi sebesar -5,7%.

  • Ketua The Fed, Kevin Warsh, kembali menegaskan target inflasi sebesar 2% serta menyatakan bahwa FOMC tidak memiliki toleransi terhadap inflasi yang berlangsung secara persisten. Ia juga menegaskan bahwa suku bunga dan neraca bank sentral tetap menjadi instrumen kebijakan yang tersedia.

  • Ketegangan antara AS dan Iran kembali meningkat setelah serangan Iran menewaskan dua personel militer AS di Yordania serta menghantam fasilitas minyak di Kuwait. Peristiwa tersebut memicu serangan AS selama delapan malam berturut-turut yang menargetkan pengaruh Iran di kawasan Selat Hormuz.

  • Ekonomi Tiongkok tumbuh sebesar 4,3% YoY pada kuartal II 2026, menjadi laju pertumbuhan paling lambat sejak kuartal IV 2022. Perlambatan terjadi di tengah penurunan investasi aset tetap sebesar -5,7% YTD, meskipun data produksi industri dan penjualan ritel melampaui ekspektasi.

  • S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB/A-2 dengan outlook stabil, dengan menilai tekanan fiskal dan eksternal bersifat sementara. Penilaian tersebut berbeda dengan outlook negatif yang sebelumnya diberikan oleh Moody’s dan Fitch.

Pandangan Kami:

Fokus pasar pada pekan depan akan tertuju pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia tanggal 21–22 Juli. Sementara itu, perdebatan mengenai belanja investasi AI (AI capex) serta meningkatnya ketegangan AS–Iran diperkirakan masih menjadi sumber utama risiko bagi pasar global. Di dalam negeri, keputusan S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia menggeser perhatian pasar dari risiko penurunan peringkat menuju implementasi kebijakan, termasuk pembahasan APBN 2027 pada September serta reformasi free float menjelang peninjauan MSCI pada November.

Rebound IHSG memperkuat pandangan kami bahwa arah pergerakan pasar dalam jangka pendek masih dipengaruhi oleh nilai tukar, sementara valuasi saham tetap berada pada level yang relatif rendah. Kami tetap memandang penciptaan alpha terutama berasal dari alokasi sektor yang disiplin. Di pasar pendapatan tetap, melandainya inflasi AS, potensi Bank Indonesia menahan suku bunga pada Juli, serta afirmasi peringkat dari S&P membantu meredakan tekanan pada tenor pendek. Dengan selisih imbal hasil IndoGB tenor 2–10 tahun yang masih relatif datar dan aliran dana asing yang terkonsentrasi pada SRBI serta obligasi tenor pendek, kami melihat peluang paling menarik berada pada strategi carry tenor 2–5 tahun, sambil tetap mempertahankan posisi durasi yang defensif. Penambahan durasi secara bertahap dipandang lebih tepat dilakukan setelah kurva imbal hasil kembali normal dan nilai tukar Rupiah menunjukkan stabilisasi, dengan hasil RDG Bank Indonesia pada Juli menjadi katalis utama dalam jangka pendek.

Rekomendasi:

RD MISB, RD MMUSD, RD IDAMAN, RD MIDU, RD MIDSYA, RD MGSED, RD MASED, RD FTSE, ETF LQ45, ETF SRI Kehati, MICB, MITRAS. 

Simak pembahasan mendalam seputar pergerakan pasar pekan ini dalam laporan lengkap Weekly Market RecapBaca Selengkapnya

 


 

PRODUK 3M PERFORMANCE YTD PERFORMANCE
JCI  -19.10%  -28.58%
LQ45 -18.05% -26.54%
Saham
MITRA A -11.94% -18.04%
MICB A -12.51% -17.29%
ASEAN5 -13.38% -19.75%  
MGSED +6.76% + 14.42%
Index
FTSE ESG A -8.34% -18.12%
ETF
XMLF -14.90% -22.99%
Campuran
MISB -10.98% -11.45%
MIA -12.58% -12.33%
Pendapatan Tetap
MIDU A -1.57%  -1.82%
MIDO2 -3.27% -3.62%
IDAMAN A -2.61% -2.82%
Pasar Uang
MIPU A +1.36% +1.22%
MMUSD +1.49% +1.27%

*Data diatas adalah data per tanggal  17 Juli 2026

 


Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi – (021) 526 3505
‌Email Mandiri Investasi – [email protected]
‌Mandiri Investasi – mandiri-investasi.co.id
‌‌


DISCLAIMER

‌Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana

Written by

Ikhlas Ikhlas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *