Weekly Market Recap 8 – 12 Juni 2026

  • icon-jam15 Juni 2026
  • icon-share
    Shares

Weekly Market Recap 8 – 12 Juni 2026

Ringkasan Pasar:

  • Global Equity: Pasar saham global mayoritas ditutup menguat meskipun mengalami volatilitas tinggi sepanjang pekan. Sentimen pasar dipengaruhi oleh konflik AS–Iran dan optimisme terhadap kesepakatan damai, IPO bersejarah SpaceX, koreksi tajam saham AI dan teknologi di pertengahan pekan, serta kenaikan suku bunga ECB di Eropa.

  • Domestic Equity: IHSG rebound kuat sebesar +7,38% WoW, didukung oleh investor domestik meskipun investor asing masih mencatat net outflow sebesar Rp10 triliun di seluruh pasar sepanjang pekan ini.

  • Domestic Bond Market: Imbal hasil SBN tenor 10 tahun meningkat tajam menjadi 7,42% atau naik +60 bps dibandingkan pekan sebelumnya. Investor asing mencatat outflow sebesar Rp3 triliun selama pekan ini.

Berita Utama Pekan Ini:

  • Ketegangan AS–Iran yang sempat meningkat kemudian kembali mereda memicu volatilitas pasar. Harga minyak sempat melonjak mendekati USD90 per barel dan menekan pasar saham di pertengahan pekan. Namun, narasi deeskalasi konflik mendorong harga minyak kembali turun ke bawah USD85 per barel dan memicu rebound kuat pasar saham menjelang akhir pekan.

  • SpaceX berhasil menghimpun dana sebesar USD75 miliar dalam IPO terbesar sepanjang sejarah. Saham perusahaan tersebut melantai di Nasdaq dan melonjak signifikan pada hari pertama perdagangan.

  • Inflasi umum (headline CPI) AS naik menjadi 4,2% YoY, terutama didorong oleh kenaikan harga energi sebesar 23,5% YoY, sehingga mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun terakhir. Sementara itu, inflasi inti (core CPI) meningkat lebih moderat menjadi 2,9% YoY.

  • ECB menaikkan suku bunga sebesar 25 bps sesuai ekspektasi pasar, di tengah lonjakan inflasi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi di kawasan Euro.

  • Bank Indonesia menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,5% pada hari Selasa, lebih awal dari jadwal Rapat Dewan Gubernur 17–18 Juni, sebagai langkah darurat untuk mendukung stabilitas Rupiah.

  • Cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar USD146 miliar pada Mei 2026, tetap berada di atas kecukupan lebih dari enam bulan impor.

Pandangan Kami:

Fokus pasar pekan depan akan tertuju pada hasil pertemuan FOMC, data Penjualan Ritel AS (U.S. Retail Sales), dan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Perkembangan situasi di Timur Tengah serta pergerakan harga minyak tetap menjadi faktor penting yang memengaruhi prospek disinflasi global, arah suku bunga, dan sentimen risiko di pasar negara berkembang.

Pasar saham Indonesia masih diperdagangkan pada valuasi yang relatif rendah secara historis setelah koreksi tajam dalam beberapa pekan terakhir. Meskipun arah pasar dalam jangka pendek masih sangat dipengaruhi oleh sentimen eksternal seperti kebijakan suku bunga The Fed, perkembangan geopolitik, dan selera risiko global, valuasi saat ini menunjukkan adanya kesenjangan yang semakin lebar antara harga pasar dan ekspektasi pertumbuhan laba.

Kami tetap melihat penciptaan alpha terutama berasal dari alokasi sektor dan pemilihan saham yang selektif. Di pasar pendapatan tetap, kombinasi imbal hasil yang lebih tinggi, kembalinya aliran dana asing, serta dukungan kebijakan yang proaktif menjadikan durasi semakin menarik bagi investor jangka menengah hingga panjang, meskipun volatilitas jangka pendek masih berpotensi berlanjut.


 

Rekomendasi:

RD MISB, RD MMUSD, RD IDAMAN, RD MIDU, RD MIDSYA, RD MGSED, RD MASED, RD FTSE, ETF LQ45, ETF SRI Kehati, MICB. 

Simak pembahasan mendalam seputar pergerakan pasar pekan ini dalam laporan lengkap Weekly Market RecapBaca Selengkapnya

 


 

PRODUK 3M PERFORMANCE YTD PERFORMANCE
JCI -18.40% -30.52%
LQ45 -20.47% -29.43%
Saham
MITRA A -14.06% -21.56%
MICB A -14.40% -20.59%
ASEAN5 -14.64% -22.28%
MGSED +14.60% +15.24%
Indeks
FTSE ESG A -12.54% -22.41%
ETF
XMLF -17.62% -26.73%
Campuran
MISB 12.83 -13.29%
MIA -15.55% -15.30%
Pendapatan Tetap
MIDU A -2.42% -2.67%
MIDO2 -4.12% -4.46%
IDAMAN A -1.78% -1.99%
Pasar Uang
MIPU A +1.12% +0.98%
MMUSD +1.21% +1.11%

 

*Data diatas adalah data per tanggal  12 Juni 2026

 


Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi – (021) 526 3505
‌Email Mandiri Investasi – [email protected]
‌Mandiri Investasi – mandiri-investasi.co.id
‌‌


DISCLAIMER

‌Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana

Written by

Ikhlas Ikhlas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *