Ringkasan Pasar:
-
Global Equity: Pasar saham global mayoritas melemah, dipicu aksi jual pada sektor teknologi dan semikonduktor di tengah kekhawatiran bahwa reli berbasis kecerdasan buatan (AI) telah mencapai valuasi yang terlalu tinggi. Sentimen pasar juga tertekan oleh meningkatnya ekspektasi suku bunga menyusul rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan.
-
Domestic Equity: IHSG terkoreksi sebesar -8,69% WoW. Investor asing mencatat net outflow sebesar Rp7,4 triliun di seluruh pasar sepanjang pekan.
-
Domestic Bond Market: Imbal hasil SBN tenor 10 tahun meningkat ke level 6,88% dari 6,72% pada pekan sebelumnya. Di sisi lain, pasar obligasi masih mencatat foreign inflow sekitar Rp8,8 triliun sepanjang minggu ini.
Berita Utama Pekan Ini:
-
Perekonomian Amerika Serikat menambahkan 172.000 lapangan kerja pada Mei 2026, sementara tingkat pengangguran tetap stabil di level 4,3%. Data PMI juga menunjukkan aktivitas ekonomi yang tetap solid, dengan PMI manufaktur dan jasa berada di kisaran 54.
-
Di dalam negeri, defisit fiskal Indonesia tercatat sebesar Rp180,4 triliun atau setara -0,70% terhadap PDB. Inflasi utama meningkat menjadi 3,08% YoY, sementara inflasi inti naik menjadi 2,59% YoY.
-
Surplus neraca perdagangan Indonesia menyempit signifikan menjadi USD89,1 juta pada April 2026. Ekspor tumbuh +21,98% YoY, sementara impor meningkat +22,49% YoY.
-
Moody’s menetapkan peringkat Baa2 dengan outlook negatif untuk PT DIM. Sementara itu, S&P Global Ratings memberikan peringkat kredit jangka panjang BBB dan jangka pendek A-2 dengan outlook stabil.
- Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan revisi Undang-Undang P2SK yang memperluas mandat Bank Indonesia (BI) untuk turut mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, sekaligus memberikan kewenangan kepada DPR untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja Bank Indonesia (BI).
Pandangan Kami:
Fokus utama pasar global pada pekan depan mencakup rilis data inflasi konsumen (CPI) dan produsen (PPI) Amerika Serikat, keputusan suku bunga European Central Bank (ECB), serta data inflasi China. Dari domestik, investor akan mencermati data cadangan devisa Indonesia dan indeks kepercayaan konsumen.
IHSG telah terkoreksi hingga di bawah level 5.600, menandai level terendah dalam lima tahun terakhir. Pada level tersebut, valuasi pasar berada pada forward price-to-earnings ratio (PER) sebesar 8,8x, mendekati level yang terakhir terlihat pada periode pandemi COVID-19. Namun demikian, kondisi fundamental saat ini relatif lebih baik, dengan proyeksi pertumbuhan laba emiten sebesar 7,3% pada 2026 dibandingkan kontraksi laba pada masa pandemi.
Ke depan, sentimen makroekonomi masih akan menjadi faktor utama penggerak pasar. Dalam kondisi tersebut, peluang penciptaan alpha diperkirakan lebih banyak berasal dari strategi alokasi sektor dan pemilihan saham yang selektif.
Di pasar obligasi, kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) terutama terjadi pada tenor pendek. Pergerakan ini membuka peluang akumulasi yang lebih menarik bagi investor jangka menengah hingga panjang untuk menghadapi volatilitas pasar yang masih dipengaruhi ketidakpastian geopolitik global serta tekanan depresiasi nilai tukar rupiah.
Rekomendasi:
RD MISB, RD MMUSD, RD IDAMAN, RD MIDU, RD MIDSYA, RD MGSED, RD MASED, RD FTSE, ETF LQ45, ETF SRI Kehati, MICB.
Simak pembahasan mendalam seputar pergerakan pasar pekan ini dalam laporan lengkap Weekly Market Recap: Baca Selengkapnya
| PRODUK | 3M PERFORMANCE | YTD PERFORMANCE |
|---|---|---|
| JCI | -27.44% | -35.30% |
| LQ45 | -29.20% | -34.12% |
| Saham | ||
| MITRA A | -22.34% | -25.45% |
| MICB A | -22.49% | -24.98% |
| ASEAN5 | -22.50% | –25.66% |
| MGSED | +17.45% | +19.80% |
| Indeks | ||
| FTSE ESG A | -21.96% | -27.48% |
| ETF | ||
| XMLF | -26.58% | –31.57% |
| Campuran | ||
| MISB | -13.54% | -13.99% |
| MIA | -17.57% | -17.33% |
| Pendapatan Tetap | ||
| MIDU A | -1.51% | -1.76% |
| MIDO2 | -2.44% | -2.80% |
| IDAMAN A | -1.80% | -2.01% |
| Pasar Uang | ||
| MIPU A | +1.09% | +0.95% |
| MMUSD | +1.18% | +1.07% |
*Data diatas adalah data per tanggal 5 Juni 2026
Info Lebih Lanjut
Hubungi Mandiri Investasi – (021) 526 3505
Email Mandiri Investasi – [email protected]
Mandiri Investasi – mandiri-investasi.co.id
DISCLAIMER
Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana
Written by




Tinggalkan Balasan