Ringkasan Pasar:
-
Global Equity: Pasar saham global mayoritas ditutup melemah, dipengaruhi oleh aksi jual tajam pada saham teknologi dan AI, kembali meningkatnya ketegangan AS–Iran setelah kedua belah pihak saling menuduh melanggar gencatan senjata, serta sikap hawkish The Fed.
-
Domestic Equity: IHSG turun sebesar -4,55% WoW ke level 5.896,13. Sentimen pasar tertekan setelah MSCI mempertahankan status Indonesia sebagai pasar berkembang (emerging market), namun memperpanjang proses tinjauan hingga November disertai peringatan potensi penurunan status menjadi pasar perbatasan (frontier market). Investor asing mencatat net outflow sebesar Rp6 triliun.
-
Domestic Bond Market: Imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia (IndoGB) tenor 10 tahun meningkat menjadi 7,16% (+8 bps WoW). Investor asing mencatat inflow sebesar Rp6,3 triliun.
Berita Utama Pekan Ini:
-
Inflasi headline PCE AS meningkat menjadi 4,1% YoY pada Mei, sementara core PCE naik menjadi 3,4% YoY, tertinggi sejak April 2023. Di sisi lain, pendapatan dan belanja masyarakat masing-masing meningkat sebesar 0,7%, mencerminkan ketahanan konsumsi domestik. Data awal (flash PMI) yang tetap solid serta revisi naik pertumbuhan PDB kuartal I menjadi 2,1% semakin memperkuat sikap hawkish The Fed.
-
Ketegangan AS–Iran kembali meningkat setelah Presiden Trump menuduh Iran melanggar gencatan senjata menyusul laporan serangan terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz.
-
MSCI mempertahankan status Indonesia sebagai pasar berkembang (emerging market), namun memperpanjang proses tinjauan hingga November serta memperingatkan bahwa Indonesia masih berpotensi mengalami penurunan status menjadi pasar perbatasan (frontier market) apabila reformasi tidak mengalami kemajuan.
-
Pemerintah Indonesia dikabarkan tengah mempertimbangkan tambahan pengurangan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp40–50 triliun pada 2026, sehingga total anggaran berpotensi turun menjadi sekitar Rp218 triliun dengan jumlah penerima manfaat sekitar 49 juta orang.
- Kementerian Keuangan kembali menempatkan dan menambah saldo Saldo Anggaran Lebih (SAL) pada Himbara menjadi Rp400 triliun. Langkah ini membalikkan kebijakan penarikan dana secara bertahap sebelumnya setelah likuiditas perbankan mengalami pengetatan yang lebih besar dari perkiraan.
Pandangan Kami:
Fokus pasar pada pekan depan akan tertuju pada perkembangan gencatan senjata Iran–Hormuz yang masih rapuh, serta rilis data ketenagakerjaan AS (US Payrolls) dan Indeks Manajer Pembelian Sektor Manufaktur (ISM Manufacturing PMI) pada Jumat. Kedua indikator tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan harga minyak, dolar AS, serta sentimen risiko di pasar negara berkembang. Di dalam negeri, data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia akan menjadi perhatian utama pasar.
Pasar saham Indonesia masih diperdagangkan pada valuasi yang relatif rendah secara historis (IHSG -31,81% YTD). Meskipun arah pasar dalam jangka pendek masih bergantung pada hasil tinjauan MSCI, pergerakan Rupiah, dan sentimen risiko global, valuasi saat ini menunjukkan adanya kesenjangan yang semakin lebar antara valuasi pasar dan ekspektasi pertumbuhan laba.
Kami tetap melihat penciptaan alpha terutama berasal dari alokasi sektor dan pemilihan saham yang selektif. Di pasar pendapatan tetap, sikap proaktif Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar serta prospek kembalinya aliran dana asing menjadikan strategi durasi semakin menarik bagi investor jangka menengah hingga panjang, meskipun volatilitas jangka pendek masih berpotensi berlanjut.
Rekomendasi:
Simak pembahasan mendalam seputar pergerakan pasar pekan ini dalam laporan lengkap Weekly Market Recap: Baca Selengkapnya
| PRODUK | 3M PERFORMANCE | YTD PERFORMANCE |
|---|---|---|
| JCI | -17.70% | -31.81% |
| LQ45 | -20.23% | -31.05% |
| Saham | ||
| MITRA A | -15.07% | -22.74% |
| MICB A | -15.55% | -21.97% |
| ASEAN5 | -15.54% | -23.42% |
| MGSED | +19.49% | +16.99% |
| Indeks | ||
| FTSE ESG A | -12.80% | -23.16% |
| ETF | ||
| XMLF | -16.90% | -27.79% |
| Campuran | ||
| MISB | -27.79% | -14.05% |
| MIA | -16.11% | -15.86% |
| Pendapatan Tetap | ||
| MIDU A | -1.80% | -2.06% |
| MIDO2 | -3.37% | -3.72% |
| IDAMAN A | -1.41% | -1.63% |
| Pasar Uang | ||
| MIPU A | +1.19% | +1.06% |
| MMUSD | +1.30% | +1.19% |
*Data diatas adalah data per tanggal 26 Juni 2026
Info Lebih Lanjut
Hubungi Mandiri Investasi – (021) 526 3505
Email Mandiri Investasi – [email protected]
Mandiri Investasi – mandiri-investasi.co.id
DISCLAIMER
Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana
Written by




Tinggalkan Balasan