Weekly Market Recap 11 – 15 Mei 2026

  • icon-jam18 Mei 2026
  • icon-share
    Shares

Weekly Market Recap 11 – 15 Mei 2026

Ringkasan Pasar:

  • Global Equity: Mayoritas pasar global mengalami koreksi,  Asia Pasifik turun -1,73% WoW, Eropa melemah -1,42% WoW, sementara S&P500 sempat terkoreksi dari rekor tertinggi pada Jumat namun masih mencatat kenaikan mingguan sebesar +0,13% WoW.

  • Domestic Equity: IHSG turun -3,53% pada pekan perdagangan yang lebih singkat. Investor asing mencatat net outflow sebesar Rp3,2 triliun WoW di seluruh pasar.

  • Domestic Bond Market: Imbal hasil SBN tenor 10 tahun berada di 6,69%, dibandingkan 6,6% pada pekan sebelumnya. Investor asing mencatat net inflow sebesar Rp3,89 triliun WoW (12/5).

Berita Utama Pekan Ini:

  • Inflasi CPI AS bulan April naik menjadi 3,8% YoY, sementara PPI melonjak menjadi 6,0% YoY. Pasar juga menyesuaikan ekspektasi suku bunga The Fed, dari sebelumnya memperkirakan tiga kali pemangkasan menjadi hanya satu kali hingga akhir tahun.

  • Kevin Warsh resmi dikonfirmasi sebagai Ketua The Fed yang baru pada Rabu. Pasar kini mencermati arah kebijakan beliau, khususnya terkait independensi The Fed, toleransi terhadap inflasi, dan hubungan dengan pemerintahan Donald Trump.

  • Pertemuan puncak Beijing antara Donald Trump dan Xi Jinping menghasilkan sinyal komitmen untuk menjaga stabilitas hubungan bilateral, termasuk potensi peningkatan pembelian produk pertanian dan energi AS oleh Tiongkok.

  • Tinjauan MSCI Mei 2026 mempertahankan Indonesia dalam indeks Emerging Markets dengan pengurangan bobot setelah menghapus enam saham berkapitalisasi besar AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT  serta beberapa saham berkapitalisasi kecil lainnya. Perubahan ini berlaku efektif pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026.

  • Pemerintah Indonesia menunda rencana kenaikan tarif royalti untuk sejumlah komoditas mineral, termasuk tembaga, emas, dan timah.

 

Pandangan Kami:

Fokus pasar pekan depan akan tertuju pada rilis notulen FOMC dan keputusan suku bunga Bank Indonesia. Konsensus pasar saat ini memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 25bps menjadi 5%, yang berpotensi memberikan dukungan jangka pendek terhadap Rupiah.

Dari sisi portofolio, kami tetap menerapkan strategi lindung nilai terhadap ketidakpastian geopolitik. Kami melihat peluang melalui pemilihan sektor yang selektif dan menghindari posisi spekulatif. Kami juga mempertahankan posisi kas secara taktis untuk memanfaatkan peluang akumulasi pada aset fundamental yang mengalami oversold (bottom fishing).


 

Rekomendasi:

RD MISB, RD MMUSD, RD IDAMAN, RD MIDU, RD MIDSYA, RD MGSED, RD MASED, RD FTSE, ETF LQ45, ETF SRI Kehati, MICB.

Simak pembahasan mendalam seputar pergerakan pasar pekan ini dalam laporan lengkap Weekly Market RecapBaca Selengkapnya

 


 

PRODUK 3M PERFORMANCE YTD PERFORMANCE
JCI -18.13% -22.25%
LQ45 -20.71% -22.59%
Saham
MITRA A -11.25% -13.28%
MICB A -10.82% -12.15%
ASEAN5 -11.59% -13.85%
MGSED +9.84% +13.90%
Indeks
FTSE ESG A -13.31% -16.04%
ETF
XMLF -18.16% -19.68%
Campuran
MISB -6.00% -6.10%
MIA -9.05% -8.78%
Pendapatan Tetap
MIDU A -0.95% -1.20%
MIDO2 -1.68% -2.04%
IDAMAN A -1.14% -1.36%
Pasar Uang
MIPU A +1.01% +1.41%
MMUSD +1.02% +0.91%

*Data diatas adalah data per tanggal  13 mei 2026

 


Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi – (021) 526 3505
‌Email Mandiri Investasi – [email protected]
‌Mandiri Investasi – mandiri-investasi.co.id
‌‌


DISCLAIMER

‌Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana

Written by

Ikhlas Ikhlas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *