Weekly Market Recap 25 – 29 Mei 2026

  • icon-jam02 Juni 2026
  • icon-share
    Shares

Weekly Market Recap 25 – 29 Mei 2026

Ringkasan Pasar:

  • Global Equity: Pasar saham global mengalami penguatan, didorong oleh tema AI dan optimisme terhadap gencatan senjata AS–Iran. Indeks S&P memperpanjang reli menjadi sembilan pekan berturut-turut, sementara itu KOSPI (+8,01%) dan Nikkei 225 (4,72%) memimpin penguatan.

  • Domestic Equity: IHSG turun -0,56% WoW. Investor asing mencatat net outflow sebesar Rp12,34 triliun WoW di seluruh pasar, yang  mencerminkan dampak MSCI rebalancing.

  • Domestic Bond Market: Imbal hasil SBN tenor 10 tahun relatif stabil di level 6,7%, sementara permintaan pada lelang SBN (26/05) meningkat seiring tingginya partisipasi investor asing (Rp7,2 triliun). Total penawaran masuk mencapai Rp57,3 triliun dibandingkan Rp51,4 triliun pada lelang sebelumnya.

Berita Utama Pekan Ini:

  • AS dan Iran telah menyusun kerangka perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari, namun masih menunggu persetujuan akhir dari kedua belah pihak.

  • Inflasi PCE utama (headline PCE) AS tercatat sebesar +3,8% YoY dan inflasi inti (core PCE) sebesar +3,3% YoY, tertinggi sejak Mei 2023. Sementara itu, pertumbuhan PDB AS 1Q26 direvisi turun menjadi 1,6% (tahunan) karena konsumsi dan investasi lebih lemah dari estimasi awal.

  • Saham teknologi global melonjak berkat kuatnya kinerja perusahaan terkait AI. Saham Dell Technologies naik sekitar 30% setelah perusahaan menaikkan proyeksi penjualannya jauh di atas ekspektasi, dengan estimasi pendapatan sekitar US$60 miliar dari server AI. Di sisi lain, saham SK Hynix naik lebih dari 6% setelah valuasi pasarnya melampaui US$1 triliun, didorong tingginya permintaan high-bandwidth memory yang digunakan pada server AI.

  • Pemerintah Indonesia menunda implementasi penuh kebijakan single-gateway export untuk komoditas strategis melalui DSI dari September 2026 menjadi Januari 2027, sehingga kegiatan ekspor masih dapat dilakukan melalui mitra yang telah ada sepanjang 2026.

Pandangan Kami:

Fokus pasar pekan depan akan tertuju pada data PMI manufaktur dan jasa AS, JOLTS, serta Nonfarm Payrolls. Selain itu, perkembangan gencatan senjata Iran akan terus dipantau karena setiap hambatan berpotensi memicu repricing harga minyak mentah dan imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun. Dari dalam negeri, perhatian pasar akan tertuju pada data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia.

Kami menilai IHSG telah mengalami de-rating yang berlebihan akibat dampak teknikal dan bersifat satu kali dari MSCI rebalancing. Kondisi ini membuat potensi penurunan relatif terbatas, sementara peluang pemulihan valuasi (mean reversion) dalam jangka menengah menjadi lebih menarik.

Alokasi sektor dan pemilihan saham diperkirakan akan menjadi sumber utama penciptaan alpha, sementara strategi spekulatif masih kurang menarik. Di pasar obligasi, kenaikan imbal hasil INDOGB pasca kenaikan suku bunga BI sebesar 50bps, terutama pada tenor pendek, menciptakan titik masuk yang menarik bagi investor untuk menghadapi volatilitas jangka pendek di tengah ketidakpastian geopolitik global dan tekanan pelemahan Rupiah yang kembali meningkat.


 

Rekomendasi:

RD MISB, RD MMUSD, RD IDAMAN, RD MIDU, RD MIDSYA, RD MGSED, RD MASED, RD FTSE, ETF LQ45, ETF SRI Kehati, MICB.

Simak pembahasan mendalam seputar pergerakan pasar pekan ini dalam laporan lengkap Weekly Market RecapBaca Selengkapnya

 


 

PRODUK 3M PERFORMANCE YTD PERFORMANCE
JCI -25.60% 29.14%
LQ45 -26.75% -27.81%
Saham
MITRA A -20.06% -19.63%
MICB A -20.29% -18.82%
ASEAN5 -20.44% -20.09%
MGSED
Indeks
FTSE ESG A -19.31% -20.64%
ETF
XMLF -24.22% -25.26%
Campuran
MISB -13.51% -11.25%
MIA -13.63% -13.37%
Pendapatan Tetap
MIDU A -1.15% -1.41%
MIDO2 -1.97% -2.33%
IDAMAN A -1.35% -1.57%
Pasar Uang
MIPU A +1.08% +0.94%
MMUSD +1.13% +1.02%

*Data diatas adalah data per tanggal  29 mei 2026

 


Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi – (021) 526 3505
‌Email Mandiri Investasi – [email protected]
‌Mandiri Investasi – mandiri-investasi.co.id
‌‌


DISCLAIMER

‌Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana

Written by

Ikhlas Ikhlas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *