Ringkasan Pasar:
-
Global Equity: Mayoritas pasar global mencatat penguatan yang dipimpin oleh Korea Selatan (Kospi +4,73% WoW), Jepang (+3,14% WoW), dan Eropa (+3,29% WoW), didorong oleh hasil kinerja emiten berbasis Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan) yang melampaui ekspektasi terutama NVIDIA serta harapan de-eskalasi di Timur Tengah dan penurunan harga minyak.
-
Domestic Equity: IHSG turun -8,35% WoW akibat tekanan kebijakan domestik dan pelemahan nilai tukar. Investor asing mencatat net outflow sebesar Rp2,03 triliun WoW di seluruh pasar.
-
Domestic Bond Market: Imbal hasil SBN tenor 10 tahun berada di 6,74%. Investor asing mencatat net inflow sebesar Rp2,7 triliun WoW (19/5).
Berita Utama Pekan Ini:
-
Harga minyak melemah setelah Brent turun ke US$103,54/barel seiring adanya kemajuan dalam negosiasi AS–Iran. Namun, isu pengayaan uranium dan kontrol atas Selat Hormuz masih membatasi potensi penurunan harga lebih lanjut.
-
NVIDIA melaporkan kinerja laba di atas ekspektasi, didorong oleh lonjakan pendapatan pusat data sebesar +92% YoY, yang semakin memperkuat optimisme terhadap saham berbasis AI secara global.
-
Bank Indonesia memberikan kejutan dengan menaikkan suku bunga sebesar 50bps menjadi 5,25% guna menjaga stabilitas Rupiah di tengah guncangan energi akibat konflik Timur Tengah. Di saat yang sama, notulen FOMC menunjukkan nada yang lebih hawkish di bawah kepemimpinan baru Kevin Warsh, yang turut mendorong kenaikan imbal hasil global.
-
Indonesia membentuk PT DSI, perusahaan baru yang terafiliasi dengan negara, untuk menjalankan skema one-gate export bagi komoditas strategis seperti CPO, batu bara, dan ferroalloy. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan transparansi harga, pelaporan nilai ekspor, penyerapan devisa, serta kualitas dokumentasi perdagangan.
-
Indonesia mencatat defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) sebesar US$4,0 miliar pada 1Q26 (-1,1% terhadap PDB), lebih lebar dibandingkan 4Q25 (-0,7% terhadap PDB), dipengaruhi oleh arus keluar pendapatan musiman, melemahnya ekspor komoditas, dan tekanan pada neraca finansial.
Pandangan Kami:
Fokus pasar pekan depan akan tertuju pada perkembangan negosiasi AS–Iran dan data ekonomi AS, dengan data PCE April menjadi indikator penting bagi prospek pertumbuhan dan narasi higher-for-longer The Fed. Dari domestik, potensi perubahan regulasi dan rebalancing MSCI pada 29 Mei berpotensi memicu arus keluar pasif. Meskipun sebagian aksi jual kemungkinan telah terjadi lebih awal, jumlah hari perdagangan yang terbatas dapat memperbesar volatilitas jangka pendek.
Saat ini kami mempertahankan posisi defensif, dengan portofolio yang dilindungi terhadap tingginya risiko geopolitik. Pemilihan sektor tetap menjadi sumber utama penciptaan alpha, di mana kami mulai membangun posisi secara selektif sambil menghindari transaksi spekulatif. Kami juga mengelola kas secara taktis agar tetap fleksibel dalam memanfaatkan peluang akumulasi pada saham yang mengalami dislokasi harga (bottom fishing).
Rekomendasi:
RD MISB, RD MMUSD, RD IDAMAN, RD MIDU, RD MIDSYA, RD MGSED, RD MASED, RD FTSE, ETF LQ45, ETF SRI Kehati, MICB.
Simak pembahasan mendalam seputar pergerakan pasar pekan ini dalam laporan lengkap Weekly Market Recap: Baca Selengkapnya
| PRODUK | 3M PERFORMANCE | YTD PERFORMANCE |
|---|---|---|
| JCI | -18.13% | -22.25% |
| LQ45 | -20.71% | -22.59% |
| Saham | ||
| MITRA A | -11.25% | -13.28% |
| MICB A | -10.82% | -12.15% |
| ASEAN5 | -11.59% | -13.85% |
| MGSED | +9.84% | +13.90% |
| Indeks | ||
| FTSE ESG A | -13.31% | -16.04% |
| ETF | ||
| XMLF | -18.16% | -19.68% |
| Campuran | ||
| MISB | -6.00% | -6.10% |
| MIA | -9.05% | -8.78% |
| Pendapatan Tetap | ||
| MIDU A | -0.95% | -1.20% |
| MIDO2 | -1.68% | -2.04% |
| IDAMAN A | -1.14% | -1.36% |
| Pasar Uang | ||
| MIPU A | +1.01% | +1.41% |
| MMUSD | +1.02% | +0.91% |
*Data diatas adalah data per tanggal 13 mei 2026
Info Lebih Lanjut
Hubungi Mandiri Investasi – (021) 526 3505
Email Mandiri Investasi – [email protected]
Mandiri Investasi – mandiri-investasi.co.id
DISCLAIMER
Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana
Written by




Tinggalkan Balasan